Fokus artikel ini pada spesies yang dipelajari dengan baik yang populasinya terancam dan mengalami penurunan yang signifikan. Dalam beberapa kasus, kepunahan terjadi karena ancaman antropogenik seperti polusi yang terbawa air, interaksi perikanan, pembangunan pesisir dan pelayaran maritim dan kebisingan industri.
Data Mamalia Laut
Data KMMN yang dipublikasikan dalam International Whaling Commission Technical Report 2020 menunjukkan bahwa dari 2011 hingga 2018, terdapat 1.406 catatan 24 spesies lumba-lumba dan paus di Kenya.
Ini termasuk spesies pantai yang paling sering terlihat seperti lumba-lumba hidung botol (bottlenose dolphin) Indo-Pasifik dan lumba-lumba punggung bungkuk (humpback dolphin) di Samudera Hindia yang jarang terlihat. Spesies lepas pantai termasuk paus orca, paus pemandu sirip pendek (short-finned pilot whales), lumba-lumba pemintal (spinner dolphins) dan mamalia terbesar di Bumi, paus biru (blue whale).
Dari jumlah tersebut, spesies yang kurang dikenal seperti paus sperma kerdil (pygmy sperm whale), paus kepala melon (melon headed whale), lumba-lumba belang (striped dolphin) dan lumba-lumba Risso (Risso’s dolphin) dicatat melalui laporan kasus yang terdampar. Berarti yang tercatat ditemukan saat terdampar, dalam keadaan mati atau hidup di pantai.





Komentar tentang post