Kamis, April 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Prestasi Mengagumkan John Ario Katili di Pulau Una-una

redaksi
19 Juni 2021
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Prestasi Mengagumkan John Ario Katili di Pulau Una-una

John Ario Katili. FOTO: ESDM.GO.ID

Perintah untuk segera melakukan evakuasi terhadap penduduk datang dari ahli geologi Profesor John Ario Katili.

Ketika itu, J.A. Katili sebagai Direktur Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan.

Gunungapi Colo tercatat yang menimbulkan kerusakan paling besar di Sulawesi. Sepanjang pengetahuan, gunungapi ini hanya sekali meletus sebelumnya, yaitu pada tahun 1898.

Letusan ini, seperti diuraikan Whitten dkk (1987), memuntahkan abu sebanyak 2,2 km3 yang menutup areal seluas 303.000 km2.

Jaraknya hampir mencapai batas antara Serawak dan Kalimantan Timur sejauh 800 km.

Sebelum terjadi letusan dahsyat, dalam beberapa hari sesudah tanggal 14 juli 1983, sejumlah besar gempabumi sampai 100 kali sehari mengguncang Una-una.

Pada 18 Juli 1983 terjadi semburan air tanah yang besar. Air yang terperangkap di bawah gunung api yang panas, diubah menjadi uap bertekanan tinggi dan meledak menembus bahan tadi.

Kondisi ini, membangkitkan semburan uap dan reruntuhan batuan setinggi 500 meter. Letusan magma pertama terjadi pada pagi hari, tanggal 23 Juli 1983.

Menyemburkan jambul abu dan bahan lain setinggi 1000 meter ke udara.

Pada 23 Juli 1983, J.A. Katili mengadakan penerbangan pengintaian di atas Pulau Una-una. Puncak letusan terjadi hanya beberapa jam setelah penerbangan tersebut.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: GeologigorontaloJohn Ario KatiliPulau Una-unateluk tomini
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Kasus Lahan Terkontaminasi Limbah B3 Terindikasi Meningkat

Next Post

Laut Lepas Sebagai Landasan Kehidupan Planet Ini

Postingan Terkait

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

30 April 2026
Telah Ditemukan 21 Spesies Baru Kepiting di Hutan Mangrove Timika

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

30 April 2026

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

Pengurus AMSI Kepri 2025–2028 Dilantik

Krisis Selat Hormuz, IMO: Kapal dan Pelaut Jadi Alat Tawar-Menawar

Next Post
Laut Lepas Sebagai Landasan Kehidupan Planet Ini

Laut Lepas Sebagai Landasan Kehidupan Planet Ini

Komentar tentang post

TERBARU

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

AmsiNews

REKOMENDASI

Implementasi Kebijakan Kelautan Indonesia Masih Lemah

Pengunduran Diri Zulficar Mochtar Jadi Teladan

Melewati Guam, Badai Tropis Mawar Akan Meningkat Menjadi Topan

Mahasiswa KKN UNG di Pilolodaa Edukasi Gizi dan Kesehatan Masyarakat

Kematian Massal Ratusan Paus di Selandia Baru dan Australia

Keanekaragaman Spesies di Habitat Air Tawar Sangat Tinggi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.