Perintah untuk segera melakukan evakuasi terhadap penduduk datang dari ahli geologi Profesor John Ario Katili.
Ketika itu, J.A. Katili sebagai Direktur Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan.
Gunungapi Colo tercatat yang menimbulkan kerusakan paling besar di Sulawesi. Sepanjang pengetahuan, gunungapi ini hanya sekali meletus sebelumnya, yaitu pada tahun 1898.
Letusan ini, seperti diuraikan Whitten dkk (1987), memuntahkan abu sebanyak 2,2 km3 yang menutup areal seluas 303.000 km2.
Jaraknya hampir mencapai batas antara Serawak dan Kalimantan Timur sejauh 800 km.
Sebelum terjadi letusan dahsyat, dalam beberapa hari sesudah tanggal 14 juli 1983, sejumlah besar gempabumi sampai 100 kali sehari mengguncang Una-una.
Pada 18 Juli 1983 terjadi semburan air tanah yang besar. Air yang terperangkap di bawah gunung api yang panas, diubah menjadi uap bertekanan tinggi dan meledak menembus bahan tadi.
Kondisi ini, membangkitkan semburan uap dan reruntuhan batuan setinggi 500 meter. Letusan magma pertama terjadi pada pagi hari, tanggal 23 Juli 1983.
Menyemburkan jambul abu dan bahan lain setinggi 1000 meter ke udara.
Pada 23 Juli 1983, J.A. Katili mengadakan penerbangan pengintaian di atas Pulau Una-una. Puncak letusan terjadi hanya beberapa jam setelah penerbangan tersebut.





Komentar tentang post