Selain itu, menurut Farnis, ISKU selalu terdepan dan terlibat dalam kegiatan perencanan pengelolaan wilayah pesisir laut dan konservasi laut dan menjadi agen yang dapat membantu dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya laut di Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Utara khususnya.
Farnis mengatakan organisasi alumni ini dapat membantu stake holder dengan keahlian atau kepakaran yang dimiliki ISKU. Misalnya, dalam pelestarian dan perlindungan lokasi pendaratan penyu di seluruh pesisir timur Minahasa sampai Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Pantai ini dengan panjang kurang lebih 60 kilometer. Diharapkan kawasan ini dapat dikelola dengan baik dan berkelanjutan, serta dapat dimanfaatkan sebagai tujuan wisata.
“Ke depan FPIK akan banyak mengirim peneliti melakukan studi di pesisir timur Minahasa untuk kajian kelautan dan perikanan yang lebih komprehensif,” ujar Farnis.
Hal ini dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah, khususnya yang terkait pembangunan pesisir Timur Minahasa.
Di pesisir timur Minahasa ISKU telah memulai beberapa kegiatan terkait pengelolaan dan pelestarian sumber daya kelautan di daerah ini.
Ketua ISKU Roger Lantang mengatakan organisasi alumni ini hadir dengan kebersamaan dan terus berkomitmen untuk bangkit dalam menjaga dan mengelola laut untuk kemakmuran Indonesia dan masyarakat Sulawesi Utara.





Komentar tentang post