Selasa, September 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Prodi Spesialis Kedokteran Kelautan Perlu Dibuka

redaksi
6 Juli 2018
Kategori : Berita
0
Prodi Spesialis Kedokteran Kelautan Perlu Dibuka

Simposium dan Workshop Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kelautan. FOTO: DOK. KEMENKO MARITIM

Jakarta – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto mengatakan, program studi (Prodi) lanjutan Spesialis Kedokteran bidang Kelautan (Spkl) perlu dibuka. Kebutuhan terkait tenaga kesehatan dan spesialis di bidang kedokteran kelautan, mendesak untuk segera ditambah.

“Kebutuhan sangat banyak, akan tetapi sumber dayanya masih sangat sedikit,” kata Agus dalam acara Simposium dan Workshop Nasional I Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kelautan (Perdokla), di Jakarta, Sabtu (30/6).

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memberikan perhatian penuh terhadap eksistensi dan peran kedokteran kelautan. Sektor kemaritiman nasional, terutama keselamatan kerja maritim dan pariwisata sangat membutuhkan kehadiran sumber daya potensial dan produk inovatif di bidang kedokteran kelautan.

Untuk mewujudkan Prodi tersebut, Kemenko Bidang Kemaritiman, kata Agus, akan bersinergi dengan beberapa kementerian/lembaga terkait, seperti Kemenristek Dikti dan Kemenkes. Namun, membentuk Prodi Spkl ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ketua Perdokla, dokter Ari Riono memberikan apresiasi kepada Kemenko Bidang Kemaritiman yang dinilainya bersungguh-sungguh mendukung Perdokla. Sebagai gambaran, belum lama ini, Kemenko Bidang Kemaritiman telah mengumpulkan beberapa pimpinan fakultas dari beberapa universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Tujuannya, untuk membantu upaya pembukaan Prodi baru tersebut, yang notabene sangat dibutuhkan bagi kemajuan dunia maritim Indonesia.

“Dukungan yang diberikan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman kepada kami sangat luar biasa,” ujar Ari.

Prodi baru Spesialis Kedokteran bidang Kelautan sekarang masih dalam proses. Apabila sudah ada Prodi Spkl ini, tentunya akan mewujudkan Nawacita Presiden Jokowi, yakni menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan TNI Angkatan Laut drg Nora Lelyana menjelaskan Prodi Spkl sebagai parameter dari kedokteran kelautan. Ini adalah penguasan teknologi dari personel-personel pilihan dalam spesialis kedokteran kelautan.

Di antaranya teknologi di bidang hiperbarik (terapi oksigen) dengan menggunakan teknologi chamber (ruangan udara bertekanan tinggi, dengan tekanan atmosfer lebih dari 1 atm). Bidang ini diperuntukkan dalam mengatasi masalah fisiologis dan patologis dalam penyelaman.

Pemerintah saat ini telah menempatkan pembangunan poros maritim sebagai salah satu prioritas nasional dan sudah masuk dalam rencana prioritas tahun 2015 – 2019. “Pemerintah sudah mencanangkan di 2019 untuk membuka lebih banyak lagi chamber di daerah pariwisata, tetapi spesialis dokter di bidang hiperbarik di Indonesia belum terlalu banyak,” kata Nora.

Selama ini, yang ada hanya diawasi oleh para operator. Pemerintah telah bergerak cepat dengan menempatkan chamber di hampir seluruh wilayah Indonesia. “Kita harus menyediakan dokter-dokter spesialis dan juga penataan regulasinya, itulah tantangan yang harus kita jawab,” ujarnya.*

 

Tags: ChamberKedokteran KelautanKemenko Maritim
Bagikan25Tweet13KirimKirim
Previous Post

Monaco, Australia dan Indonesia Ketua Bersama International Coral Reef Initiative

Next Post

Menhub Kumpul Kepala Dinas Perhubungan untuk Evaluasi Keselamatan Transportasi

Postingan Terkait

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dua Klaster

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dua Klaster

7 September 2026
Penutupan 8 Bandara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menhub: Pastikan Pemeriksaan Pesawat Sebelum Beroperasi

2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

7 September 2026

Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

Jalur Penyeberangan Selat Sunda Tidak Terganggu Letusan Gunung Anak Krakatau

8 Bandara Ditutup Sementara, BMKG Terus Memantau Pergerakan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif untuk Menghindari Penumpukan Penumpang

7 Bandara Termasuk Soekarno-Hatta Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 2.300 Penerbangan Terdampak

Penutupan 8 Bandara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menhub: Pastikan Pemeriksaan Pesawat Sebelum Beroperasi

Next Post
Menhub Kumpul Kepala Dinas Perhubungan untuk Evaluasi Keselamatan Transportasi

Menhub Kumpul Kepala Dinas Perhubungan untuk Evaluasi Keselamatan Transportasi

Komentar tentang post

TERBARU

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dua Klaster

2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

Jalur Penyeberangan Selat Sunda Tidak Terganggu Letusan Gunung Anak Krakatau

8 Bandara Ditutup Sementara, BMKG Terus Memantau Pergerakan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif untuk Menghindari Penumpukan Penumpang

AmsiNews

REKOMENDASI

Ratifikasi Konvensi ILO 188/2007 untuk Nelayan dan Pekerja Perikanan, EKOMARIN: Jangan Hanya Capaian Diplomatik di Kertas

Lumba-lumba Masuk Empang di Maros, Jarak 5 Kilometer Dari Laut

Intensitas Badai Hilary Melemah, Namun Tetap Berbahaya

Sidang MK, KPU Gorontalo Utara: Pelaksanaan Tahapan Pemilihan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan

Siklon Tropis Herman Membawa Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia

Koalisi Damai dan AMSI Satukan Langkah Perkuat Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.