Rabu, Oktober 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Prodi Spesialis Kedokteran Kelautan Perlu Dibuka

redaksi
6 Juli 2018
Kategori : Berita
0
Prodi Spesialis Kedokteran Kelautan Perlu Dibuka

Simposium dan Workshop Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kelautan. FOTO: DOK. KEMENKO MARITIM

Jakarta – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto mengatakan, program studi (Prodi) lanjutan Spesialis Kedokteran bidang Kelautan (Spkl) perlu dibuka. Kebutuhan terkait tenaga kesehatan dan spesialis di bidang kedokteran kelautan, mendesak untuk segera ditambah.

“Kebutuhan sangat banyak, akan tetapi sumber dayanya masih sangat sedikit,” kata Agus dalam acara Simposium dan Workshop Nasional I Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kelautan (Perdokla), di Jakarta, Sabtu (30/6).

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memberikan perhatian penuh terhadap eksistensi dan peran kedokteran kelautan. Sektor kemaritiman nasional, terutama keselamatan kerja maritim dan pariwisata sangat membutuhkan kehadiran sumber daya potensial dan produk inovatif di bidang kedokteran kelautan.

Untuk mewujudkan Prodi tersebut, Kemenko Bidang Kemaritiman, kata Agus, akan bersinergi dengan beberapa kementerian/lembaga terkait, seperti Kemenristek Dikti dan Kemenkes. Namun, membentuk Prodi Spkl ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ketua Perdokla, dokter Ari Riono memberikan apresiasi kepada Kemenko Bidang Kemaritiman yang dinilainya bersungguh-sungguh mendukung Perdokla. Sebagai gambaran, belum lama ini, Kemenko Bidang Kemaritiman telah mengumpulkan beberapa pimpinan fakultas dari beberapa universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Tujuannya, untuk membantu upaya pembukaan Prodi baru tersebut, yang notabene sangat dibutuhkan bagi kemajuan dunia maritim Indonesia.

“Dukungan yang diberikan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman kepada kami sangat luar biasa,” ujar Ari.

Prodi baru Spesialis Kedokteran bidang Kelautan sekarang masih dalam proses. Apabila sudah ada Prodi Spkl ini, tentunya akan mewujudkan Nawacita Presiden Jokowi, yakni menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan TNI Angkatan Laut drg Nora Lelyana menjelaskan Prodi Spkl sebagai parameter dari kedokteran kelautan. Ini adalah penguasan teknologi dari personel-personel pilihan dalam spesialis kedokteran kelautan.

Di antaranya teknologi di bidang hiperbarik (terapi oksigen) dengan menggunakan teknologi chamber (ruangan udara bertekanan tinggi, dengan tekanan atmosfer lebih dari 1 atm). Bidang ini diperuntukkan dalam mengatasi masalah fisiologis dan patologis dalam penyelaman.

Pemerintah saat ini telah menempatkan pembangunan poros maritim sebagai salah satu prioritas nasional dan sudah masuk dalam rencana prioritas tahun 2015 – 2019. “Pemerintah sudah mencanangkan di 2019 untuk membuka lebih banyak lagi chamber di daerah pariwisata, tetapi spesialis dokter di bidang hiperbarik di Indonesia belum terlalu banyak,” kata Nora.

Selama ini, yang ada hanya diawasi oleh para operator. Pemerintah telah bergerak cepat dengan menempatkan chamber di hampir seluruh wilayah Indonesia. “Kita harus menyediakan dokter-dokter spesialis dan juga penataan regulasinya, itulah tantangan yang harus kita jawab,” ujarnya.*

 

Tags: ChamberKedokteran KelautanKemenko Maritim
Bagikan25Tweet13KirimKirim
Previous Post

Monaco, Australia dan Indonesia Ketua Bersama International Coral Reef Initiative

Next Post

Menhub Kumpul Kepala Dinas Perhubungan untuk Evaluasi Keselamatan Transportasi

Postingan Terkait

Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

21 Oktober 2026
Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

21 Oktober 2026

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

Next Post
Menhub Kumpul Kepala Dinas Perhubungan untuk Evaluasi Keselamatan Transportasi

Menhub Kumpul Kepala Dinas Perhubungan untuk Evaluasi Keselamatan Transportasi

Komentar tentang post

TERBARU

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

AmsiNews

REKOMENDASI

Bergerak 4.000 km Dari Pasifik Selatan Siklon Tropis Narelle Kini di Dekat Australia Barat Samudra Hindia

42 Orang Meninggal Karena Banjir dan Tanah Longsor di Filipina Selatan, 16 Hilang

Pendekatan Social-Ecological System Dinilai Tepat untuk Pengelolaan Ekosistem Lamun Indonesia

Tim SAR Temukan Mayat Gunakan Life Jacket, Diduga Awak KM Lintas Timur

Bawa Angin Kencang Topan Lan Diperkirakan Mendarat di Prefektur Wakayama dan Osaka

Apa Saja Manfaat Pemodelan dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.