“Model ini juga telah direplikasi di desa-desa dampingan kami di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua,” kata Muhammad Zia Ul Haq.
Bibit Rumput Laut
Menurut peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Petrus Rani Pong Masak, ketersediaan bibit dengan kualitas baik, akan mendukung keberlanjutan budi daya rumput laut.
“Bibit rumput laut perlu disediakan dengan mempertimbangkan aspek geografis dan potensi wilayah setempat,” ujarnya.
Untuk menjamin ketersediaan bibit rumput laut, kata Petrus, perlu dibuat kebun bibit. Metodenya bisa dilakukan dengan pemilihan bibit dari hasil panen sebanyak maksimal 20% untuk dijadikan sumber bibit.
Pemanfaatan kultur jaringan juga bisa dilakukan sebagai salah satu metode pembibitan, serta penggunaan spora untuk pengembangan bibit generatif, kata Petrus.
Dengan adanya kebun bibit juga akan membantu ketersediaan bibit rumput laut, tidak hanya saat kondisi normal, namun juga saat kondisi darurat, seperti bencana alam.
“Setelah Badai Seroja di tahun 2021, terjadi kelangkaan bibit rumput laut. Namun kami bersyukur, kebun bibit yang kami kembangkan bersama YKAN dapat membantu mengatasi kelangkaan bibit rumput laut di desa-desa sekitar kami,” kata Albert Dethan dari Yayasan Pelita Kasih, Desa Oelolot, Kabupaten Rote Ndao.




