“Penting untuk terus mengedukasi kepada para pembudidaya rumput laut untuk melestarikan tiga ekosistem ini.”
Pembelajaran penting telah dijalankan YKAN bersama mitra di Desa Oelolot dan Desa Mbueain di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

“Di sana pembudidaya rumput laut didampingi dan diberikan pemahaman untuk tetap menjaga padang lamun, mangrove, dan terumbu karang,” ujarnya.
Sains dan Pengalaman Empiris
Aspek sains yang dikolaborasikan dengan pengalaman empiris di lapangan berkontribusi pada keberlanjutan budi daya rumput laut.
Terkait hal ini, YKAN telah mengembangkan Best Management Practices (BMP), sebuah metode budi daya rumput laut yang mengintegrasikan bermacam cabang sains.
Konsep ini dikembangkan bersama para pembudidaya, peneliti, serta mitra terkait lainnya, dengan demplot di Desa Oelolot dan Desa Mbueain di Kabupaten Rote Ndao.
Manajer Program Laut Sawu YKAN Muhammad Zia Ul Haq, menjelaskan bahwa Best Management Practices merupakan konsep menyeluruh budi daya rumput laut berkelanjutan melalui pemodelan kebun bibit, pemilihan bibit unggul, pemilihan lokasi budi daya ramah lingkungan, pembuatan penjemuran pasca panen sesuai Standar Nasional Indonesia juga membantu menghubungkan produk rumput laut dengan pasar yang peduli dengan lingkungan.




