Daerah Aliran Sungai di Provinsi Gorontalo ”bukanlah sekadar bentang alam,” kata Prof. Fitryane, DAS adalah ”urat nadi ekosistem yang menopang keberlangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya.”
Menurut Prof. Fitryane, kunci pemulihan DAS bukan semata pada teknologi, melainkan pada pemberdayaan masyarakat. Jika kita ingin mengubah wajah daerah aliran sungai, maka kuncinya bukan hanya teknologi, tetapi kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Masyarakat bukan hanya subjek pembangunan, tetapi aktor utama dalam upaya restorasi lingkungan.
Dalam orasi ilmiah tersebut, Prof. Fitryane menyampaikan temuan dari penelitian yang dilakukannya sejak tahun 2009 hingga 2025 menunjukkan bahwa kerusakan lahan tidak hanya merupakan persoalan lingkungan.
Untuk itu, strategi transformasi yang perlu dilakukan menurut Prof. Fitryane bentuk partisipatif dengan melibatkan petani dalam pelatihan pembuatan terasering, pemupukan organik, dan pengelolaan lereng curam
Edukasi berbasis kearifan lokal penting disebarkan kembai dengan menghidupkan kembali praktik “huyula” dan ”pengelolaan lahan yang diwariskan leluhur,” ujarnya.
Selanjutnya, insentif ekonomi berkelanjutan, seperti perhutanan sosial, agroforestri, bantuan bibit konservasi, bantuan pupuk organik, hingga skema pertanian lahan ramah lingkungan.




