Kamis, Juni 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Profesor Riset LIPI: 10 Ribu Ton Merkuri Cemari Lingkungan Setiap Tahun

redaksi
16 Mei 2020
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Profesor Riset LIPI: 10 Ribu Ton Merkuri Cemari Lingkungan Setiap Tahun

Limbah tambang emas. FOTO: DARILAUT.ID

Menurut Nuril, upaya reklamasi melalui revegetasi saja tidak menjamin hilangnya kontaminan dalam tanah walaupun kondisi lingkungan tampak membaik. Salah satu alternatif solusinya ialah menggunakan teknik fitoremediasi, yaitu teknik pembersihan limbah atau area terkontaminasi limbah dengan menggunakan tanaman hidup yang disebut tanaman akumulator.

“Teknologi fitoremediasi lebih ekonomis dan tepat diterapkan di Indonesia mengingat Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang berpotensi sebagai tanaman hiperakumulator,” ujar Nuril, seperti dikutip dari Lipi.go.id.

Riset akumulator merkuri menemukan beberapa tanaman, yaitu Commelina nudiflora dengan potensi akumulasi 114,05 mg per tahun dapat menurunkan 73 persen kadar Hg di sawah (45 ppm–17 ppm), Salvinia molesta dengan poteni akumulasi 111,71 mg per tahun menurunkan 84 persen Hg (52 ppm–8 ppm).

Kemudian, Paspalum conjugatum dengan potensi akumulasi 107,11 mg per tahun menurunkan 88 persen Hg (75 ppm–9 ppm) dan Monocharia vaginalis dengan potensi akumulasi 68,57 mg per tahun menurunkan 66 persen Hg (29 ppm–10 ppm).

Adapun 6 jenis tanaman berpotensi akumulator timbal ialah Saccharum spontaneum (47 ppm Pb), Acorus calamus (55 ppm Pb), Ipomoea fistulosa (60 ppm Pb), Ludwigia hyssopifolia (50 ppm Pb), Eichhornia crassipes (55 ppm Pb) dan Hymenachne amplexicaulis 57 ppm Pb).

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Limbah MerkuriLIPIPencemaran Lingkungan
Bagikan28Tweet3KirimKirim
Previous Post

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Next Post

Perikanan Cakalang Mendominasi Tangkapan di Bitung

Postingan Terkait

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

3 Juni 2026
Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

3 Juni 2026

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

Bersiaplah untuk Menghadapi El Niño

Tim Fakultas Kedokteran UNG Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir di Gorontalo Utara

Next Post
Perikanan Cakalang Mendominasi Tangkapan di Bitung

Perikanan Cakalang Mendominasi Tangkapan di Bitung

Komentar tentang post

TERBARU

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

AmsiNews

REKOMENDASI

43 Kilogram Sampah Bawah Laut Diangkat di Pasir Panjang Kupang

1000 Pelaut Terdampar di Perairan Ukraina

5 Tahun Pelayaran dan Layanan Kesehatan Ksatria Airlangga

KAL Anakonda Tangkap Kapal Berbendera Malaysia

9 Juta Orang Diperintahkan Dievakuasi Karena Topan Nanmadol, 800 Penerbangan Dibatalkan

Di Sektor Timur Laut Natuna, 6 Kapal Ikan Vietnam Dihalau dari Perairan Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.