Selasa, Oktober 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penggunaan Pestisida Berbahaya Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan

redaksi
12 September 2023
Kategori : Berita, Kesehatan
0
Penggunaan Pestisida Berbahaya Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Tanaman padi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Penggunaan pestisida harus mendapat perhatian karena residunya sudah kemana-mana dan berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan yang sifatnya persisten atau tahan lama.

Hal ini dikatakan peneliti ahli madya Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Asep Nugraha, acara HortiEs Talk Seri ke-12, dengan topik “Penerapan Smart Farming (SF) dan Teknologi Pengendalian Residu Pestisida,” pada Rabu (6/9).

Dalam acara tersebut Asep menjelaskan tentang “Teknologi Pengendalian Residu Pestisida“. Residu pestisida adalah zat tertentu yang terkandung di dalam hasil pertanian, bahan pangan, atau pakan hewan baik sebagai akibat langsung maupun tak langsung dari penggunaan pestisida.

“Masalah pestisida adalah penggunaan di masa lalu atau warisan yang memiliki persistensi dan toksisitas yang tinggi, sedangkan di masa sekarang pada umumnya penggunaan pestisida masih berlebihan atau tidak sesuai aturan,” kata Asep.

Faktor penyebab residu pestisida karena penggunaan pestisida yang tidak tepat guna. Seperti tidak tepat jenis, tidak tepat dosis, tidak tepat cara, tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu dan tidak tepat tempat.

Penggunaan pestisida yang tidak tepat cara, telah berakibat tertinggalnya residu pestisida di berbagai komoditas pertanian dan matrik lingkungan serta di darah manusia.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINResidu PestisidaSektor PertanianSmart Farming
Bagikan17Tweet1KirimKirim
Previous Post

Teknologi Smart Farming Tingkatkan Produksi Pertanian

Next Post

Kota Gorontalo Terus Mendukung Transformasi Keilmuwan Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Postingan Terkait

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

5 Oktober 2026
Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

5 Oktober 2026

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Topan Super Choi-wan di Tenggara Kepulauan Ogasawara, Jepang

Bibit Siklon Tropis 94W Berada di Dekat Kepulauan Marshall

Next Post
Kota Gorontalo Terus Mendukung Transformasi Keilmuwan Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Kota Gorontalo Terus Mendukung Transformasi Keilmuwan Melalui Pemberdayaan Masyarakat

TERBARU

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

AmsiNews

REKOMENDASI

Ribuan Wisatawan Berlibur di Kepulauan Seribu

Hilal Tidak Terlihat di Gorontalo

Fakultas Hukum UNG Menggelar Program Pendampingan dan Konsultasi Hukum Gratis

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

Mitigasi dan Penanggulangan Tumpahan Minyak

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.