Dalam ruang pemanfaatan ini, Proyek SEA mendukung perencanaan, proses konsultasi publik, serta proses formalisasi hingga penetapan 3 (tiga) Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dengan cakupan mencapai 680,000 ha (KKP Teluk Berau dan Nusalasi Van Den Bosch di Fakfak serta KKP Teoenebekia Seribu Satu Sungai Sorong Selatan).
Berdasarkan efektivitas pengukuran KKP, dua Kawasan yaitu Teluk Berau dan Teluk Nusa Lasi Van Den Bos telah mencapai level efektivitas 3 atau level hijau (nilai 100) yang menunjukkan level pengelolaan yang efektif.
Di sektor perikanan berkelanjutan, proyek SEA USAID juga mendukung penelitian, penilaian stok, merancang strategi pemanfaatan komoditas strategis yaitu ikan puri (teri) di Misool Selatan, Raja Ampat (dalam luasan ~76,000 ha), yang kedua ikan terbang di kawasan Fakfak (dalam luasan 639,000 ha).
Dalam mendukung pengelolaan nelayan skala kecil, proyek USAID SEA telah mampu mendorong pencatatan perahu dan kapal nelayan skala kecil dengan 454 kepemilikan BPKP bagi nelayan pemilik kapal sehingga memudahkan pencatatan serta akses bantuan dari pemerintah.
Dari sisi penegakan hukum di laut serta kepatuhan masyarakat di kawasan perairan telah terbentuk 11 Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang telah dibekali modul pengawasan masyarakat yang lengkap serta buku saku Pokmaswas.





Komentar tentang post