Solusi berbasis ekosistem dalam konteks perubahan iklim dapat memberikan manfaat ‘triple-win’, yaitu mengurangi risiko bencana yang efektif dari segi biaya, mendukung konservasi keanekaragaman hayati, dan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan manusia. Untuk itu diperlukan kerja sama semua pihak secara harmonis.
“Tindakan kolektif amat diperlukan untuk menyelamatkan ekosistem mangrove di Jakarta. MERA menjadi jawaban untuk sebuah pengelolaan terpadu dan kolaboratif yang menyatukan seluruh pihak yang peduli akan kelestarian mangrove,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Herlina Hartanto.
Kepedulian terhadap pelestarian ekosistem mangrove ini juga menjadi perhatian bagi pihak swasta yang tergabung dalam aliansi MERA.
“Mangrove sangat penting bagi kehidupan. Saya mengajak rekan-rekan swasta dan masyarakat untuk tidak hanya peduli, tetapi juga berkolaborasi untuk pengelolaan mangrove secara berkelanjutan di Indonesia,” ujar Senior Vice President Corporate Affairs PT. Chevron Pacific Indonesia, Wahyu Budiarto, mewakili mitra MERA.
Saat ini konservasi sumber daya ekosistem mangrove menawarkan solusi terhadap beberapa tantangan, angtara lain, membangun pendekatan ilmiah untuk perlindungan dan restorasi hutan mangrove. Kemudian, melibatkan pemangku kepentingan kunci dalam menyusun kebijakan dan peraturan.





Komentar tentang post