Peneliti di SEAMEO BIOTROP, Supriyanto, menjelaskan berbagai keunggulan sacha inchi serta potensi pengembangannya.
Menurut Supriyanto, untuk pengembangan kacang ini perlu dilakukan pertanian intensif, yang terdiri dari tiga tahap.
Pertama, pemilihan benih. Benih yang digunakan haruslah benih unggul, memiliki mutu genetik unggul dan mutu fisik yang baik.
Kedua, input lingkungan yang meliputi pola tanam, lubang tanam, pupuk, jenis tanah, hingga pollinator.
Ketiga, pengendalian hama dan penyakit untuk menurunkan risiko kerugian.
Setelah ketiga faktor tersebut dipenuhi, kata Supriyanto, diharapkan tanaman dapat mencapai pertumbuhan yang optimal.
Peneliti lainnya, Zulhamsyah Imran, mengatakan hasil uji coba produksi minyak sacha inchi di SEAMEO BIOTROP, ditemukan bahwa minyak tersebut memiliki manfaat untuk menurunkan kolesterol.
Namun, perlu ada uji klinis, uji literatur, dan kaji visibilitas untuk budidaya sacha inchi yang perlu dilakukan agar tidak menjadi spesies invasif yang mengancam biodiversitas.
Kacang Sacha inchi, kata Zulhamsyah, berpotensi ekonomis tinggi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai daya saing untuk fungsi kesehatan.
Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas minyak sacha Inchi yang bagus diperlukan teknik budidaya yang intensif serta perlu pengembangan produk produk turunan sacha Inchi, kata Zulhamsyah.




