Rektor menjelaskan bahwa penyempurnaan Kitab Hikayat Meeraji Nabi Muhammad SAW dilakukan sejak 2022 Februari silam.
Proses penyempurnaan kitab Hikayat Meeraji Nabi Muhammad SAW memakan waktu sekitar dua tahun. Dimulai dari penyatuan naskah Meeraji dari berbagai wilayah adat Gorontalo.
Kemudian melaksanakan focus group discussion (FGD) diikuti oleh beberapa pelantun sebagai wakil wilayah adat di Kabupaten dan Kota Gorontalo. Setelah itu melakukan pengetikan ulang, penyuntingan sampai pada proses penterjemahan dan penelaahan hingga percetakan.
Menurut Prof Eduart, penyempurnaan Me’eraji bukan diusung untuk mereduksi kitab lama dan digantikan dengan yang baru.
Namun “dengan tujuan memunculkan segala elemen yang ada dalam kitab Me’eraji di masing-masing wilayah adat sehingga menjadi sesuatu yang padu,” kata Rektor.
Melestarikan Tradisi Gorontalo
Dalam upaya ini, UNG turut memastikan masa depan untuk terus melestarikan tradisi di Gorontalo agar tetap memiliki dukungan penuh dalam menjamin eksistensinya.
Rektor menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Al-Habib Muhammad Effendi Al-Eydrus yang selama lebih dari tujuh hari non stop bersama tim editor untuk memberi masukan dan penelaahan secara kritis hingga penyempurnaan kitab.




