“Industri yang tumbuh sekarang justru yang dulu dianggap tidak utama. Contohnya makanan hewan peliharaan. Orang Indonesia itu sayang kucing,” ujar Rhenald.
Ketika kebenaran menjadi relatif dan emosi publik mudah digerakkan algoritma, batas antara strategi bisnis dan strategi politik pun semakin tipis. Dalam situasi itu, kata Rhenald, pelaku usaha tak cukup hanya membaca laporan keuangan.
“Bisnis hari ini harus membaca teknologi, perilaku sosial, dan arah politik sekaligus,” ujarnya.
Arah Bisnis dan Peta Politik
Diskusi ini juga dihadiri Direktur Komunikasi Deep Intelligence Research (DIR), Neni Nur Hayati, yang menegaskan bahwa big data kini menjadi instrumen penting untuk membaca arah bisnis sekaligus peta politik.
“Big data menjadi bagian krusial untuk melihat peta bisnis dan politik secara lebih akurat. Dengan data, kebijakan dan strategi bisa lebih menjawab kebutuhan pasar dan masyarakat, bukan sekadar reaksi terhadap kegaduhan,” kata Neni.
Menurut Neni, tanpa pendekatan berbasis data, negara dan pelaku usaha akan tertinggal dalam merespons perubahan perilaku publik yang bergerak cepat dan emosional.




