Menurut Tri Aryono dalam skala nasional, peristiwa pemutihan merupakan salah satu ancaman terbesar bagi terumbu karang Indonesia.
Hal ini akan mengurangi tutupan karang secara signifikan dalam waktu singkat dan juga terumbu menunjukkan proses pemulihan yang lambat.
Namun di sisi lain, Indonesia sebagai bagian dari wilayah Coral Triangle, memiliki biota laut paling beragam secara umum.
Tri Aryono menjelaskan bahwa kondisi terumbu karang relatif stabil terutama untuk terumbu yang baik dan sangat baik. Terumbu karang yang buruk dan sedang tampak berfluktuasi.
“Terumbu karang yang buruk tidak selalu menunjukkan bahwa karang tersebut sangat rusak,” ujarnya.
Peneliti Pusat Penelitian Oceanografi LIPI, Indra Bayu Vimono, menyoroti ancaman pada keanekaragaman penghuni terumbu karang. Menurut Indra keanekaragaman kehidupan laut, mencakup variasi yang kompleks mulai dari spesies hingga lintas ekosistem.
Data nilai kekayaan keanekaragaman hayati pesisir Indonesia tahun 2016 tercatat Rp 1.353.550.000.000. Oleh karena itu, Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman hayati di lautnya.
Indra mengatakan bukan tanpa sebab Indonesia menjadi jantung dari Coral Triangle yang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut di bumi.
Indonesia memiliki 70% spesies karang batu di dunia, 972 spesies ikan karang di Raja Ampat, Indoneisa dari kurang lebih 2000 ikan karang dunia dan lebih dari 765 spesies rumput laut di Indonesia.





Komentar tentang post