Andri menjelaskan bahwa abu vulkanik pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya.
Sementara pada ketinggian hingga 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia.
Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) atau pemberitahuan resmi penting mengenai penerbangan yang diterbitkan Perum LPPNPI/Airnav pada 6 September, terdapat penutupan sementara operasional Bandar Udara Soekarno-Hatta, Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Bandar Udara Radin Inten II, dan Bandar Udara Budiarto pada waktu yang berbeda.
Kondisi operasional penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan informasi keselamatan penerbangan.
Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa penutupan delapan bandara terdampak letusan Gunung Anak Krakatau diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB.
Hingga Minggu (6/9) malam, dari delapan bandara terdampak, terdapat 1.558 flight (penerbangan) yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan.
Berdasarkan update monitoring hingga pukul 17.06 WIB, khusus Bandara Soekarno–Hatta (Jakarta), terdapat total 963 penerbangan (453 Arrival, 510 Departure).



