Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi aktif di sebagian wilayah besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi bagian utara, Maluku dan Papua bagian utara.
Begitu pula dengan Gelombang Rossby Ekuatorial yang diprediksi aktif di sebagian wilayah Sumatera bagian utara dan selatan, Maluku, dan Papua. Keberadaan gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah yang disebutkan, khususnya sebagian besar Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku bagian selatan dan tenggara, dan Papua.
Pada skala meso, Bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik juga mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia. Bibit Siklon 92W diprediksi masih berada di Samudra Pasifik utara Papua, dengan kecepatan angin maksimum sebesar 15 knot, tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa (hektopaskal), dengan arah gerak ke barat.
Selain itu, sirkulasi siklonik juga diprediksi terbentuk di Perairan Barat Laut Aceh, Selat Malaka bagian utara, Perairan Barat Bengkulu, di Selat Makassar, dan di Laut Banda. Sistem-sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Perairan Barat Laut Aceh, di Selat Makassar, Laut Maluku, Maluku, Laut Seram, di Laut Banda, dan di wilayah sekitar sistem-sistem tersebut.




