Saat ini, konten video pendek cukup mewarnai berbagai platform media sosial di Indonesia. Para konten kreator, baik yang sudah berpengalaman maupun pemula mulai membuat konten berdurasi singkat untuk berbagai tujuan. Konten-konten ini ada yang bersifat informatif, edukatif, dan bahkan hiburan.
Untuk tujuan bisnis, tentu konten berdurasi pendek akan cukup membantu mempromosikan dan memasarkan produk dan jasa. Menurut suatu riset, sebanyak 85% pemasar mengklaim bahwa video berdurasi pendek adalah format yang paling efektif di platform media sosial.
Apa Itu Video Berdurasi Pendek?
Sesuai namanya, video berdurasi pendek adalah format konten yang biasanya difilmkan secara vertikal dan berdurasi tidak lebih dari 60 detik, atau antara 30 detik hingga 3 menit.
Jenis video ini dapat dibagikan pada platform media sosial, namun ada platform spesifik yang menawarkan berbagai kemampuan yang kreatif seperti TikTok. Media sosial populer ini juga bisa Anda unduh secara gratis melalui TikTok APK.
Faktanya, video berdurasi pendek ini bukanlah konsep yang baru, sebab pernah populer antara tahun 2013 hingga 2016 dengan video berdurasi 6 detik atau kurang. Namun pada beberapa tahun belakangan ini, kita telah melihat peningkatan yang tajam akan ketertarikan pada format pendek ini. Kenaikan minat akan jenis video ini dipicu oleh munculnya TikTok sekitar tahun 2019. Hari ini saja menurut laporan oleh data.ai, TikTok menjadi app yang paling banyak diunduh di dunia dan berperingkat satu untuk pembelanjaan konsumen.
Mengapa Video Berdurasi Pendek Begitu Populer di Indonesia?
Bisa dikatakan, aspek kenyamanan yang membuat jenis video ini sangat populer, tak hanya di dunia, tapi juga Indonesia. Ya, konten video ini begitu mudah untuk dibuat, dan sangat nyaman untuk dilihat di berbagai platform media sosial dengan rata-rata durasi video antara 15 hingga 30 detik, dan bahkan lebih dari itu.
Format ini memungkinkan para kreator untuk berkomunikasi secara cepat dan juga memungkinkan para pengguna untuk menikmati konten mereka tanpa perlu menghabiskan waktu yang lama. Di platform Youtube misalnya, Anda bisa menikmati klip short dengan durasi yang tidak melebihi 6 menit. Maka tak heran, pengguna lebih menyukai video berdurasi pendek ini untuk mempelajari hal-hal yang baru, di mana menurut sebuah laporan, terdapat sekitar 73 persen konsumen lebih suka menonton jenis video ini ketika mempelajari sebuah produk atau jasa.
Jenis video ini sangat mudah diakses pada perangkat apapun, termasuk laptop, ponsel dan tablet. Para konten kreator juga tidak perlu mengeluarkan biaya produksi yang mahal untuk memproduksi satu konten video selama mereka memiliki ponsel yang mendukungnya.
Selain itu, konten video berdurasi pendek ini ternyata diprioritaskan oleh algoritma pada jaringan media sosial yang popular, yang menjadikannya prioritas utama untuk para kreator.
Beberapa Jenis Video Berdurasi Pendek
Sebagai seorang konten kreator yang juga pemilik bisnis atau pemasar produk/jasa, Anda ternyata dapat bereksperimen dengan beberapa jenis video berdurasi pendek sebagai berikut:
1. Video tutorial atau cara melakukan sesuatu
Video tutorial adalah video instruksional langkah demi langkah yang membantu penonton mencapai tugas tertentu, mempelajari keahlian, atau kegiatan merakit sesuatu. Konten ini bersifat edukatif yang bertujuan mengajarkan keahlian baru atau menyelesaikan masalah tertentu kepada penonton.
2. Video ulasan dan unboxing produk
Video ini akan menampilkan dan mengulas produk yang seringkali merupakan barang baru atau yang sedang tren pada saat itu. Pembuat konten akan membuka bungkusan produk, menjelaskan fitur-fiturnya, dan membagikan opini dan pengalaman mereka kepada para audiens.
3. Video komedi dan sandiwara
Tautkan video komedi atau sandiwara ke karya atau merek Anda, lalu gunakan kekuatan membawakan cerita yang baik untuk menghibur audiens Anda.
4. Video lipsync dan tarian
Dipopulerkan oleh platform seperti TikTok, video ini melibatkan para pembuat konten untuk melakukan lipsync untuk musik atau voiceover, yang seringkali digabungkan dengan gerakan atau koreografi tarian yang kreatif. Dan jika Anda menemukan suatu cara menautkan suara atau tarian yang sedang tren ke konten Anda atau berbagai jenis produk atau jasa yang Anda jual, video lipsync dan tarian yang menghibur ini akan sangat cocok dan tentunya menarik.
5. Video tantangan dan tren
Video tantangan dan tren mendorong pengguna untuk ikut serta dalam kegiatan, gerak tari, atau tren tertentu. Di sini, para pengguna akan menirukan dan mengulangi tantangan atau tren tersebut, lalu membagikan versi mereka sendiri ke audiens mereka.




