Minggu, Juli 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sepertiga Spesies Hiu dan Pari di Dunia Menuju Krisis Kepunahan

redaksi
7 September 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Hiu

Tangkapan hiu yang telah dipotong bagian sirip, kepala dan ekor di atas kapal. FOTO: DARILAUT.ID

Tercatat tiga spesies terancam punah (Possibly Extinct), karena penangkapan ikan yang berlebihan.

Penangkapan ikan berlebihan adalah ancaman universal yang mempengaruhi 391 spesies terancam dan merupakan satu-satunya ancaman bagi 67,3% spesies dan berinteraksi dengan tiga ancaman lain untuk sepertiga sisanya.

Seperti degradasi habitat (31,2% spesies terancam), perubahan iklim (10,2%) , dan polusi (6,9%). Spesies terancam secara tidak proporsional di perairan pantai tropis dan subtropis.

Untuk meminimalkan kematian spesies yang terancam, dibutuhkan batasan berbasis ilmu pengetahuan tentang penangkapan ikan dan kawasan lindung laut yang efektif.

Selain itu, pendekatan yang dapat mengurangi penangkapan ikan yang berlebihan, serta memastikan perdagangan yang berkelanjutan dari berbagai spesies.

Di laut, risiko kepunahan telah meningkat paling akhir selama abad terakhir dengan pertumbuhan populasi manusia dan intensifikasi terkait industri penangkapan ikan dan efisiensi teknologi.

Kelas Chondrichthyes adalah salah satu dari tiga garis keturunan ikan, yang paling evolusioner.

Hewan ini telah bertahan setidaknya dari lima kepunahan massal dalam 420 juta tahun sejarahnya dan telah menyebar ke seluruh habitat laut utama (dan beberapa air tawar).

Penilaian IUCN Red List of Threatened Species global pertama melaporkan setidaknya 17,4% dari 1.041 spesies terancam.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Diambang KepunahanHiuHiu dan PariIUCNKongres Konservasi Dunia IUCNSharks and Rays
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kongres IUCN, Pemerintah Jerman Investasi 17 juta Euro Untuk Pariwisata Berkelanjutan

Next Post

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Postingan Terkait

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

19 Juli 2026
Bencana Kekeringan Berdampak pada 7.500 Jiwa di Kabupaten Puncak, 6 Warga Tewas

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

19 Juli 2026

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

El Nino Telah Aktif, Kemarau Meluas di Indonesia

Sekjen PBB: AI Harus Dibentuk Seluruh Umat Manusia, Bukan Segelintir Negara

Cina Pelopori Pembentukan WAICO, Organisasi AI Antarpemerintah Pertama di Dunia

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Next Post
Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Komentar tentang post

TERBARU

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

El Nino Telah Aktif, Kemarau Meluas di Indonesia

Sekjen PBB: AI Harus Dibentuk Seluruh Umat Manusia, Bukan Segelintir Negara

AmsiNews

REKOMENDASI

Keluarga Korban MV Nur Allya Doa Bersama di Laut Halmahera

Bibit Siklon Tropis 96S di Dekat Kepulauan Cocos Berdampak Gelombang Tinggi di Selatan Jawa

Kapal Baruna Jaya I Pelajari Fenomena Bawah Laut Palu dan Donggala

Musim Hujan di Indonesia Lebih Panjang

Badai Tropis Khanun Bergerak ke Barat Laut Menuju Selat Korea

Tiga Kawasan Konservasi Baru Ditetapkan di Perairan Maluku Utara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.