Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sepertiga Spesies Hiu dan Pari di Dunia Menuju Krisis Kepunahan

redaksi
7 September 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Hiu

Tangkapan hiu yang telah dipotong bagian sirip, kepala dan ekor di atas kapal. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Lebih dari sepertiga spesies ikan chondrichthyan terancam punah akibat penangkapan berlebihan.

Kajian ini ditulis Nicholas K. Dulvy dkk dalam Jurnal Current Biology 31, 1–15, 2021. Tim peneliti menyajikan data dengan menilai kembali 1.199 spesies di kelas Chondrichthyes (Class Chondrichthyes) yakni hiu, pari, dan chimera.

Penilaian global pertama pada 2014 menyimpulkan bahwa seperempat (24%) spesies terancam. Sekarang, 391 (32,6%) spesies terancam punah.

Ketika persentase ancaman ini diterapkan pada spesies yang Kurang Data (DD) sesuai kategori penilaian Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), lebih dari sepertiga (37,5%) chondrichthyan diperkirakan terancam. Perubahan status spesies tersebut dihasilkan dari informasi baru.

Penelitian Dulvy dkk ini dengan judul “Overfishing drives over one-third of all sharks and rays toward a global extinction crisis.”

Menurut tim peneliti, aktivitas manusia telah mempengaruhi lautan selama berabad-abad, secara langsung melalui penangkapan ikan dan perburuan, dan secara tidak langsung karena modifikasi habitat dan perubahan iklim.

Efek ini, ditambah dengan yang ada di darat, yang telah menandai zaman geologis baru —Antroposen—yang dicirikan oleh transisi lingkungan yang cepat yang didorong oleh umat manusia.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Diambang KepunahanHiuHiu dan PariIUCNKongres Konservasi Dunia IUCNSharks and Rays
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kongres IUCN, Pemerintah Jerman Investasi 17 juta Euro Untuk Pariwisata Berkelanjutan

Next Post

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Postingan Terkait

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

23 Oktober 2026
Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Next Post
Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Komentar tentang post

TERBARU

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal yang Berlayar di Laut Sulu dan Tawi-tawi Tetap Waspada

Rekaman NASA Saat Topan Mocha Menghantam Myanmar

Rektor IPB: Penyu di Sulawesi Punya Pola Migrasi di Wilayah Pasifik

Harapan Pembangunan Pohuwato 2023

Perikanan Tangkap di Sorong Alami Peningkatan

KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.