Hingga kini belum ada jawaban yang pasti dari sejumlah ilmuwan kelautan dan ahli paus orca mengenai insiden tersebut. Para ahli masih mempelajari perilaku paus pembunuh di perairan tersebut.
Paus pembunuh selalu mengincar bagian kemudi, selanjutnya bagian lain di kapal saat melakukan pelayaran.
Terdapat anggapan dasar yang masih perlu pembuktian bahwa paus orca ini hanya ingin bermain dengan kapal. Hipotesis ini yang menjadi alasan utama pertemuan paus pembunuh dengan kapal pesiar.
Dugaan lain, berkaitan dengan perubahan perilaku di masa pandemi Covid-19. Hal ini berkaitan dengan tidak adanya kebisingan di laut karena adanya penguncian, karantina atau lockdown.
Minimnya kebisingan di laut dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya perubahan perilaku pada paus pembunuh di perairan tersebut. Masa penguncian Covid-19 menyebabkan keheningan, termasuk di laut.
Secara akustik, mamalia laut ini telah memperhatikan masa penguncian akibat Covid-19 yang sangat hening.
Kapal perikanan dan kapal pesiar tidak melakukan aktivitas dalam beberapa hari di laut tersebut dan paus pembunuh (killer whale) mengetahui hal itu.
Di perairan ini, tercatat paus pembunuh memangsa tuna. Sementara, nelayan penangkap tuna juga menangkap ikan ini.
Garis pantai Galicia terkenal dengan daerah penangkapan ikan dan kehidupan lautnya yang kaya. Perairan ini sebagai tempat kawanan ikan bermigrasi yang bergerak di sepanjang pantai.





Komentar tentang post