Ketiga, mengingatkan bahwa tugas utama pemerintah adalah memastikan kemaslahatan untuk masyarakat luas sesuai kaidah fikih: tasharrufu al-imam ‘ala ar-ra’iyyah manuthun bi al-mashlahah. Serta mengharapkan masyarakat agar bersama-sama terus menjaga kondusifitas Pohuwato.
Keempat, mendorong kepada semua pihak untuk cooling down, baik pemerintah, dan masyarakat. Pemerintah pun harus mendengarkan aspirasi rakyat dengan sebaik-baiknya sehingga kepentingan investasi tidak mengorbankan masyarakat umum.
Kelima, mendorong seluruh ormas Islam setempat terutama dari Nahdlatul Ulama untuk memerankan fungsi mas’uliyyah ijtima’iyyah (tugas sosial-kemasyarakatan), yaitu menjembatani komunikasi dan pemberdayaan antara masyarakat dengan pihak pemerintah agar hajat hidup masyarakat terpenuhi
Keenam, mengimbau kepada seluruh kader Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah agar berperan aktif dalam menjaga stabilitas daerah dan mengawal aspirasi masyarakat sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kader.
Ketujuh, mengimbau kepada segenap alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah dan seluruh Jama’ah agar melakukan upaya spiritual-batin dalam menjaga kedamaian Pohuwato serta Gorontalo pada umumnya dengan memperbanyak membaca Shalawat Asyghil dan Istighfar.
Kedelapan, mendesak diadakannya mediasi terhadap para pihak oleh lembaga yang netral untuk menjaga daerah agar tetap kondusif.




