Sabtu, Oktober 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Stockholm+50: Mengatasi Krisis Perubahan Iklim dan Hilangnya Keanekaragaman Hayati

redaksi
26 Mei 2022
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Hari Bumi,  Ini Cara Mengatasi Krisis Iklim

Planet Bumi. FOTO: UN.ORG

Darilaut – Awal Juni pekan depan, para pemimpin dunia, perwakilan pemerintah, bisnis, organisasi internasional, masyarakat sipil dan pemuda akan berkumpul di Swedia untuk Stockholm+50.

Stockholm+50 yang akan berlangsung pada tanggal 2 dan 3 Juni 2022 tersebut merupakan pertemuan internasional dalam mendorong tindakan menuju planet yang sehat untuk untuk kemakmuran semua orang.

Pertemuan ini cukup genting karena Bumi berada dalam mode darurat dan perlu tindakan mendesak untuk mengatasi krisis tiga planet yaitu: perubahan iklim, hilangnya alam dan keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah.

Apa itu Stockholm+50?

Dalam Story Unep.org (25/5) Stockholm+50 diselenggarakan bersama oleh Swedia dan Kenya. Stockholm+50 akan berlangsung dengan tema “a healthy planet for the prosperity of all – our responsibility, our opportunity.”

Pertemuan dua hari itu akan memperingati 50 tahun United Nations Conference on the Human Environment di Stockholm – yang menandai era baru kerja sama global.

Pada konferensi tahun 1972, 113 negara mengadopsi Deklarasi Stockholm dan Rencana Aksi untuk Lingkungan Manusia, serta menempatkan isu-isu lingkungan menjadi perhatian internasional.

Konferensi tersebut juga mengarah pada pembentukan Program Lingkungan PBB (UNEP) dan memulai dialog penting antara negara-negara industri dan berkembang tentang hubungan antara lingkungan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacakeanekaragaman hayatiPerubahan IklimPolusi PlastikUNEP
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

IOTC Mengatur Pengelolaan Perikanan Tuna yang Baik di Samudra Hindia

Next Post

AMSI Menggelar Pelatihan Literasi Berita di Kalimantan Tengah

Postingan Terkait

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

17 Oktober 2026
Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

17 Oktober 2026

Pemutihan Karang Massal Setelah Peristiwa El Niño di Raja Ampat

El Niño Menambah Panas Lautan Mengkhawatirkan Bagi Sektor Perikanan

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

Dunia Sedang Mengobarkan Perang Terhadap Alam

El Niño Menjadi Sorotan Utama pada Hari Pangan Sedunia

Badai Tropis Champi Terbentuk di Timur Tenggara Guam

Next Post
AMSI Menggelar Pelatihan Literasi Berita di Kalimantan Tengah

AMSI Menggelar Pelatihan Literasi Berita di Kalimantan Tengah

Komentar tentang post

TERBARU

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

Pemutihan Karang Massal Setelah Peristiwa El Niño di Raja Ampat

El Niño Menambah Panas Lautan Mengkhawatirkan Bagi Sektor Perikanan

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

Dunia Sedang Mengobarkan Perang Terhadap Alam

AmsiNews

REKOMENDASI

Penyu Hijau Naik ke Pantai Malalayang Manado

Topan Kalmaegi Menewaskan 6 Orang di Kota Canlaon Filipina

Dosen Kesehatan Masyarakat UNG Jelaskan Penyakit Akibat Polusi Udara

Satelit Sentinel-6 Michael Freilich Kirim Data Hasil Pengamatan di Lautan

Ini Rekomendasi Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo Untuk Penyelesaian Konflik Pohuwato

Gelombang yang Dibawa Topan Saola Menghebat di Laut Cina Selatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.