Menteri Suharso mengusulkan 3 lokasi yang dapat digunakan untuk membangun international fish market di Indonesia. Usulan atas hasil kajian yang dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) ini belum ada tindak lanjuti. Ketiga lokasi tersebut ialah Likupang (Sulawesi Utara), Tual/Saumlaki (Maluku), dan Bagansiapi-api (Riau).
Di antara ketiga lokasi tersebut, menurut Suharso, Likupang menjadi lokasi yang sudah siap dan cocok untuk dijadikan sebagai pasar ikan internasional yang menjadi pusat jual-beli produk perikanan berskala. Sebab, Likupang telah menjadi salah satu destinasi wisata yang dilengkapi dengan hotel-hotel berbintang 5 (lima) dan dekat dengan bandara internasional.
Selain itu, perairan di sekitar wilayah Likupang setidaknya memiliki 2 (dua) jenis ikan yang menjadi andalan produk ekspor Indoenesia yakni yellow fin tuna dan blue fin tuna.
“Menurut saya, Likupang lebih cocok dan sudah siap menjadi pasar ikan internasional (international fish market) yang menjadi pusat jual-beli produk perikanan berskala karena sudah tersedia industri perikanan. Budidayanya ada, industrinya pun ada,” ujarnya.
Menteri Suharso berharap, pembangunan international fish market ini akan dikolaborasikan dengan dua kementerian lainnya yang turut hadir di kesempatan ini. “Untuk infrastrukturnya ada Pak Menteri PU, untuk destinasi itu Pak Menhub yang akan membantu. Semoga kedua kementerian ini bisa mendukung. Kami bertiga yakin international fish market di zaman Pak Edhy itu bisa benar-benar berkibar,” katanya.*





Komentar tentang post