Agus Bahar Rachman menjelaskan bahwa pengembangan susu kambing sangat relevan dengan kondisi geografis dan iklim Gorontalo. Menurutnya, ternak kambing lebih adaptif terhadap suhu lingkungan yang relatif tinggi dibandingkan sapi perah.
“Kondisi temperatur di Gorontalo berada di atas suhu ruang normal sekitar 27 derajat Celsius. Dalam kondisi seperti ini, kambing jauh lebih mampu bertahan dan berproduksi dibandingkan sapi perah,” ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa pengembangan sapi perah membutuhkan syarat lingkungan yang lebih spesifik.
“Sapi perah idealnya dikembangkan di wilayah dengan suhu rendah, di bawah 15 derajat, seperti daerah pegunungan. Itu sebabnya pengembangan sapi perah kurang cocok diterapkan di Gorontalo.”
Lebih lanjut, Agus menilai pengembangan industri susu kambing di Gorontalo dapat dipercepat melalui dukungan kebijakan nasional. Ia menyebut program Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo sebagai peluang strategis.
“Setiap koperasi desa dapat mengembangkan peternakan kambing sebagai basis produksi susu. Ini bisa menjadi penggerak ekonomi desa.”
Menurut Agus, peluang pengembangan susu kambing di Gorontalo sangat besar dan kini tinggal menunggu perubahan pola pikir masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan pangan fungsional dan kesehatan.




