Sampah antariksa yang jatuh itu merupakan tanggung jawab pemiliknya. Ketika sampah antariksa jatuh di negara lain, maka ini akan melibatkan dua negara (negara pemilik sampah antariksa dan negara yang dirugikan.
Tetapi itu untuk kasus yang besar. Sebagai contoh kasus sampah antariksa yang jatuh di Kanada.
Negara pemilik dapat dituntut oleh negara yang mengalami kerugian (menurut Hukum Internasional). Pemilik sampah antariksa bisa diketahui karena sudah ada katalognya dan dari analisis lintasan orbitnya.
Menurut Thomas, perlu disadari teknologi antariksa pasti meninggalkan sampahnya di antariksa. Di forum PBB saat ini sedang dibahas upaya mengurangi sampah antariksa.
“Kemungkinan jatuhnya sampah antariksa di wilayah berpenghuni itu jarang sekali karena Bumi sangat luas dan sebagian besar tidak berpenghuni, seperti lautan, hutan, dan gurun,” ujar Thomas.
“Masyarakat tidak perlu khawatir kejatuhan sampah antariksa.”
Sebelumnya, akhir Juli 2022, benda antariksa Republik Rakyat Tiongkok (RRT) jatuh di Desa Pendagang, Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Serpihan roket Long March 5B (CZ-5B) itu milik China National Space Administration (CNSA), Badan Administrasi Antariksa Tiongkok.
Pada Minggu (31/7), telah ditemukan serpihan roket oleh warga bernama Yulius di lahannya di Desa Pengadang.





Komentar tentang post