Minggu, Juni 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tambak Berbasis Ekosistem Dapat Memanen Udang Sekaligus Bandeng dan Kepiting Bakau

redaksi
21 Juni 2026
Kategori : Berita
0
Tambak Berbasis Ekosistem Dapat Memanen Udang Sekaligus Bandeng dan Kepiting Bakau

Abdul Rahman membawa udang windu dari hasil panen di tambaknya. FOTO: Nugroho Arif Prabowo/YKAN

Darilaut – Pengelolaan tambak dengan pendekatan budi daya berbasis ekosistem dapat memanen bebeapa komoditi sekaligus seperti udang, bandeng dan kepiting bakau.

Diversifikasi hasil perikanan yang memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat pesisir ini telah dijalankan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Tambak milik Abdul Rahman di Kampung Pegat Batumbuk. Tambak tersebut menghasilkan 115 kilogram udang windu, 141 kilogram udang bintik, 1,9 ton ikan bandeng, dan 50 kilogram kepiting bakau.

“Hasil panen kali ini menunjukkan bahwa pengelolaan tambak yang lebih memperhatikan kondisi lingkungan dapat memberikan hasil yang baik. Selain udang, kami juga mendapatkan bandeng dan kepiting bakau,” kata Abdul Rahman.

Panen tambak Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE) dilaksanakan pada 3 Juni 2026 lalu di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran, Kabupaten Berau, menunjukkan hasil positif dari penerapan budi daya tambak ramah lingkungan.

Kegiatan ini didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Berau dalam kerangka Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE).

Abdul mengatakan sebelum penerapan pendekatan SECURE, hasil panen udang windu di tambaknya rata-rata berada di kisaran 100 kilogram. Dengan hasil terbaru sebesar 115 kilogram, produksi udang windu mengalami peningkatan sekitar 15 persen meskipun luas area budi daya telah menyusut hingga hanya 20% dari luas semula.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Kabupaten BerauPerikanan budidayaSOMACORETambak UdangYayasan Konservasi Alam Nusantara
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Prodi Psikologi UNG Sidang Skripsi dan Yudisium Perdana

Next Post

Sekolah Lapang Budi Daya Perikanan Ramah Lingkungan di Kabupaten Berau

Postingan Terkait

Badai Tropis Mekkhala Terbentuk di Laut Filipina

Badai Tropis Mekkhala Mendekati Kategori Topan di Laut Filipina

21 Juni 2026
Sekolah Lapang Budi Daya Perikanan Ramah Lingkungan di Kabupaten Berau

Sekolah Lapang Budi Daya Perikanan Ramah Lingkungan di Kabupaten Berau

21 Juni 2026

Prodi Psikologi UNG Sidang Skripsi dan Yudisium Perdana

1,1 Miliar Anak Menghadapi Tiga Bahaya Iklim

949 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Tim BMKG Survei Gempa Darat Merusak M6,7 di Sulawesi Tengah

Pemerintah Sediakan Bantuan Bagi Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah 2215 Unit

Next Post
Sekolah Lapang Budi Daya Perikanan Ramah Lingkungan di Kabupaten Berau

Sekolah Lapang Budi Daya Perikanan Ramah Lingkungan di Kabupaten Berau

TERBARU

Badai Tropis Mekkhala Mendekati Kategori Topan di Laut Filipina

Sekolah Lapang Budi Daya Perikanan Ramah Lingkungan di Kabupaten Berau

Tambak Berbasis Ekosistem Dapat Memanen Udang Sekaligus Bandeng dan Kepiting Bakau

Prodi Psikologi UNG Sidang Skripsi dan Yudisium Perdana

1,1 Miliar Anak Menghadapi Tiga Bahaya Iklim

949 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir 1 – 2 Meter Merendam Kota Gorontalo

Indonesia Laboratorium Bencana Alam

Nelayan Hilang di Teluk Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia

Monumen Tanggomo Pengingat Jurnalisme Lokal Gorontalo

Pandemi Covid-19 Dorong Akselerasi Digital BUMN

Bibit siklon tropis 97W Mendekati Palau

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.