Pada 2019, sebanyak 11.000 hektare atau 13 persen lahan mangrove diubah menjadi areal tambak udang. Jika area tambak terus meluas, dapat menyebabkan dampak negatif yang lebih besar, tidak hanya bagi ekosistem tetapi juga bagi masyarakat pesisir.
Sebagian besar tambak udang di delta tersebut berukuran besar, mulai dari 5 hektare hingga 25 hektare. Luasnya tambak ini berbanding terbalik dengan produktivitasnya yang hanya 27 kg per hektare per siklus.
Produktivitas yang rendah ini menjadi salah satu alasan untuk membuka tambak udang baru demi mendapatkan lebih banyak manfaat ekonomi.
Selain di Berau, hal serupa telah diterapkan di Kelurahan Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah. YKAN bekerja sama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara melalui program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) memperkenalkan teknologi tambak udang semi intensif dan skala rumah tangga secara berkelanjutan.
Metode ini cocok dikembangkan karena bersifat ramah lingkungan. Hal ini seiring dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian mangrove dan lingkungan pesisir.
Ilman mengatakan program demplot tambak udang vaname semi intensif ini sangat membantu masyarakat, karena metodenya cukup mudah untuk dipelajari, dan hasilnya maksimal.





Komentar tentang post