Kamis, Mei 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tanah Longsor Mengubur 2.000 Orang di Papua Nugini

redaksi
28 Mei 2024
Kategori : Berita
0
Tanah Longsor Mengubur 2.000 Orang di Papua Nugini

Upaya pencarian penduduk di antara puing-puing tanah longsor di Desa Yambali di dataran tinggi Papua Nugini, Senin 27 Mei 2024. FOTO: Mohamud Omer/International Organization for Migration/AP

Darilaut – Peristiwa tanah longsor telah mengubur 2.000 orang dalam keadaan hidup di Provinsi Enga, Papua Nugini, negara yang terletak di timur Pulau Papua.

The Associated Press melaporkan telah melihat surat kepada koordinator residen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Minggu (26/5), penjabat Direktur Pusat Bencana Nasional Papua Nugini, Luseta Laso Mana, mengatakan tanah longsor “mengubur lebih dari 2.000 orang hidup-hidup” dan menyebabkan “kehancuran besar” di desa Yambali, Provinsi Enga.

Desa yang berpenduduk sedikitnya 4.000 jiwa ini, namun diyakini jauh lebih besar, berada di kawasan pegunungan dan hutan. Lokasinya terletak di sepanjang jalan raya berkelok-kelok menuju kota Porgera dan sebuah tambang emas yang telah menghasilkan miliaran dolar, namun personel keamanannya telah dituduh melakukan pelanggaran oleh kelompok hak asasi manusia.

Jalan raya tertutup tanah longsor, sehingga memotong Porgera dan desa-desa lain setelah Yambali dari ibu kota Provinsi Wabag, sekitar 60 kilometer (35 mil) dari lokasi bencana.

Perkiraan jumlah korban sangat bervariasi sejak bencana terjadi, dan tidak jelas bagaimana para pejabat dapat mengetahui jumlah orang yang terkena dampak.

Pada Jumat (24/5) pekan lalu, saat dini hari ketika warga desa Yambali sedang terlelap tidur, sisi gunung runtuh.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: International Organization for MigrationIOMPapua NuginiPBBTanah Longsor
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

615 Anggota PPS Kabupaten Gorontalo Mendapat Orientasi Tugas Pilkada 2024

Next Post

Tanah Longsor di Papua Barat, Dua Orang Meninggal Dunia

Postingan Terkait

Kapal ikan

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

13 Mei 2026
Lebih 5400 Peserta Akan Mengikuti UTBK di UNG, Tak Boleh Membawa Kalkulator dan Ponsel

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

13 Mei 2026

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

Next Post
Tanah Longsor di Papua Barat, Dua Orang Meninggal Dunia

Tanah Longsor di Papua Barat, Dua Orang Meninggal Dunia

TERBARU

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

AmsiNews

REKOMENDASI

Banyak Kapal Ikan Belum Sertifikasi, Kemenhub Terbitkan 42,105 Pas Kecil

Setelah Pandemi Covid-19 Ekonomi Kota Gorontalo Mengalami Peningkatan

Konflik Pohuwato, Polda Gorontalo Tetapkan 30 Tersangka

51 Orang Tewas Karena Banjir di Filipina, 19 Hilang

Perahu Terbalik di Perairan Kupang, 7 Penangkap Ikan Selamat

Gempa Taiwan, 70 Warga Negara Asing Selamat, 3 Hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.