Erma menjelaskan untuk mengenali tanda cuaca ekstrem dari awan dapat dimonitor melalui satelit.
Awan nimbostratus umumnya biasa dikenali sebagai awan hujan atau awan mendung. Awan ini berwarna abu-abu yang merata dan terlihat beberapa waktu sebelum hujan turun, kata Erma.
Sedangkan awan altocumulus, kata Erma, berbentuk bulatan kecil-kecil layaknya kapas dan menyebar luas di langit dengan jumlah gumpalan yang banyak.
“Jika terlihat di pagi hari, maka biasanya pada sore hari kemungkinan akan ada hujan badai,” kata Erma.
Skala cuaca ekstrem juga dapat dikenali melalui sifat, yaitu tidak biasa atau tidak normal, dampak yaitu besar, luas atau parah.
Frekuensi seperti sangat jarang terjadi, skala yang meliputi ruang meso hingga sinoptik atau waktu yang meliputi jam hingga mingguan, dan bentuk seperti bow echo, squall line, dan mesoscale convective complex.
Beberapa kasus cuaca ekstrem, kata Erma, menunjukkan bahwa kombinasi atmosfer-laut merupakan satu kondisi yang bisa merusak dalam waktu yang singkat terhadap infrastruktur yang ada di sekitar pantai.
“Kombinasi dari atmosfer dan laut yang saling berinteraksi ini salah satunya disebut storm surge,” katanya.
Banjir rob yang ditimbulkan dari storm surge bisa menghantamkan air dari laut menuju ke permukaan seperti tsunami. “Kejadian seperti ini harus selalu diwaspadai,” ujarnya.




