“Banyak nelayan yang merasakan menurunnya hasil tangkapan ikan tuna di Teluk Tomini,” kata pengurus kapal perikanan, Irfan Kadir.
Selain kapal perikanan, terdapat lebih dari 1000 nelayan penangkap ikan tuna yang menggunakan motor tempel dan katinting di Gorontalo.
Nelayan penangkap ikan tuna yang menggunakan katinting Loyan Arsad juga merasakan menurunnya hasil tangkapan ikan tuna di Teluk Tomini.
“Tidak seperti tahun sebelumnya, tangkapan ikan tuna sudah menurun,” ujar Loyan.
Menurut Loyan, sebelumnya ikan tuna di Teluk Tomini sampai akhir 2019 selalu ada setiap kali melaut. Saat ini sudah jarang ikan tuna yang ada di rakit (rumpon).
Berkurangnya ikan tuna jenis madidihang yang biasa ditangkap nelayan Gorontalo mulai berkurang di tahun 2020.
Satwas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Andi Tawakal, mengatakan perlu kajian lebih mendalam mengenai berkurangnya ikan tuna di Teluk Tomini.
Menurut Andi, PSDKP-Kementerian Kelautan dan Perikanan di Bitung sudah banyak membersihkan ponton (rumpon) Filipina.
Andi sebelumnya bertugas di PSDKP Bitung, kini sebagai Koordinator Satwas PSDKP Gorontalo Utara. Ratusan ponton eks asing sudah dibersihkan dan diamankan oleh PSDKP Bitung.
Berdasarkan catatan Darilaut.id, sebelumnya, antara 2016 hingga 2019, nelayan penangkap ikan tuna di Gorontalo sudah tidak lagi ke Laut Maluku. Di semua musim, barat maupun timur, ikan tuna dapat ditangkap di Teluk Tomini.





Komentar tentang post