Ikan toli hidup dan biasa mencari makan di permukaan laut. saat melihat ikatan benang yang mirip ikan kecil itu bergerak-gerak, langsung dimangsa.
Haaappp…. Saat terasa ikan toli sudah memangsa umpan tersebut, tali nilon diulur sedikit. Kemudian ditarik perlahan.
Ikan toli meronta-ronta di permukaan laut. Bila ikatan benang sebagai umpan sudah masuk dalam moncong, sulit untuk melepas yang sudah terlilit di mulutnya.
Dalam satu jam, jumlah ikan yang bisa ditangkap lebih dari 5 ekor. Perahu yang digunakan untuk menangkap ikan toli harus terus bergerak perlahan. Ini dimaksudkan agar umpan berada di permukaan dan bergerak seperti ikan kecil.
Ikan toli termasuk jenis ikan permukaan yang sangat gesit. Ikan ini tidak mudah ditangkap dengan menggunakan jaring.
Di Sulawesi Utara, ikan toli disebut dengan nama lokal sako. Umumnya di Indonesia, ikan ini dengan sebutan cendro.
Keunikan lain di Sulawesi Utara, seperti di Bunaken dan Sangihe Talaud, umpan ikan sako menggunakan sarang laba-laba.
Di musim barat, jenis ikan sako ini banyak muncul di perairan sekitar Pulau Bunaken. Ikan ini menyukai tempat yang berarus cukup kuat. Makanya, nelayan akan berada di antara arus yang cukup kuat saat memancing ikan ini.
Nelayan di Bunaken, Selat Bangka dan Sangihe, menangkap ikan ini dengan alat bantu layang-layang. Penangkapan ikan dengan layang-layang tidak merusak karang. Sebab, nelayan jauh dari daerah terumbu karang.





Komentar tentang post