“Ini berarti kita memiliki pengukur waktu di dalam tulang belakang, kita dapat mengetahui periodisasi kehancuran isotop.”
Salah satu kesulitan dalam mengetahui umur hiu ini adalah akses untuk mendapatkan sampel tulang belakang.
Tetapi tim ini berhasil menemukan dua spesimen dari hiu paus yang telah lama mati. Benda ini tersimpan di Pakistan dan Taiwan.
Kajian tersebut mengisyaratkan bahwa umur makhluk ini memang sangat panjang.
“Binatang ini hidup sangat lama, kemungkinan bisa 100 sampai 150 tahun,” kata Dr Meekan.
“Ini membawa pengaruh besar sekali terhadap spesies itu. Ini mengisyaratkan bahwa berbagai kegiatan nelayan yang berlebihan membawa pengaruh yang besar.”
Para ilmuwan mengatakan hasil kajian mereka menjelaskan mengapa jumlah hiu paus turun drastis di tempat-tempat seperti Thailand dan Taiwan dimana kegiatan memancing dilakukan.
“Binatang ini tidak bisa hidup jika dieksploitasi manusia,” kata Dr Meekan.
Spesies ini dikelompokkan ke dalam kategori terancam punah Daftar Merah IUCN atau Serikat Dunia bagi Konservasi Alam. Para peneliti percaya riset yang mereka lakukan akan membantu usaha konservasi.
Lewat kemampuan memperkirakan dengan tepat umur hiu paus, para peneliti dapat memberikan panduan yang lebih tepat terkait dengan keadaan populasi binatang dan apakah kegiatan nelayan masih dapat diizinkan.





Komentar tentang post