Temuannya akan menginformasikan desain dan pengelolaan kawasan lindung berbasis sains di Indonesia dan seluruh dunia.
Fitryanti juga akan menyelidiki dampak sosial dan ekonomi dari pandemi Covid-19 untuk menilai potensi kawasan konservasi laut sebagai penyangga masyarakat terhadap gangguan sistemik di masa depan.
Fitryanti akan menggunakan berbagai metode komunikasi, termasuk menerbitkan buku, untuk meningkatkan pemahaman tentang dampak sosial kawasan konservasi laut, di antara para pembuat keputusan dan masyarakat.
Sebelumnya, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Papua yang juga peneliti senior Ricardo F. Tapilatu, Ph.D pernah terpilih menjadi Pew Fellows – Konservasi Laut Tahun 2018 mewakili Indonesia.
Fitrianti akademisi Indonesia yang kedua terpilih sebagai Pew Fellows. Dua orang Indonesia juga pernah terpilih sebagai Pew fellows mewakili LSM International.
Fitryanti adalah staf pengajar di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Negeri Papua, program studi Teknologi Hasil Pertanian.
Menyelesaikan S1 di Institut Pertanian Bogor, kemudian melanjutkan program Pascasarjana S2 dan S3 di University of Oklahoma, Amerika.
Sebagai penerima Hibah Fulbright, Fitryanti meraih gelar Ph.D bidang Ekonomi Pertanian di Oklahoma State University. Bidang keahlian teknologi industri pertanian dengan kajian ekonomi dan manajemen industri.





Komentar tentang post