Fitryanti telah melakukan beberapa proyek penelitian, dan telah berkolaborasi dengan memberi masukan kepada pemerintah setempat dan nasional. Selain itu, LSM internasional tentang pembangunan ekonomi dan masalah ketahanan pangan di Papua Barat.
Sejak 2010, pernah menjabat sebagai peneliti utama dalam kemitraan dengan WWF-AS dan ketua tim lapangan yang melakukan survei sosial ekonomi di kawasan konservasi laut di Bentang Laut Kepala Burung.
Mengutip The Jakarta Post, 6 Juni 2014, Fitryanti salah satu dari sembilan pemenang Whitley Awards tahunan pada 2014, yang disebut Green Oscars. Para pemenang adalah pemimpin konservasi di seluruh dunia.
Fitryanti pernah memenangkan penghargaan atas karya melindungi penyu belimbing atau leatherbacks sea turtle (Dermochelys coriacea) yang tersisa di Pasifik.
Shears Foundation melalui Whitley Fund for Nature memberikan hibah sebesar US$58.565 secara bertahap untuk pekerjaan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.





Komentar tentang post