Yumna dan Richie tergabung dalam tim Carragenergy. Pada Desember 2020 mereka mulai menyusun perencanaan terkait ide yang akan dibawa dalam mengikuti perlombaan ini dan melakukan diskusi mendalam pada Januari hingga Maret 2021.
Dimulai dari energy harvesting dan solar cell, akhirnya keduanya memutuskan untuk membawa baterai organik sebagai ide yang akan diajukan untuk kompetisi ini.
Prototipe baterai organik yang diciptakan Yumna dan Richie tersusun dari komponen elektroda dari bahan organik dan komponen elektrolit dari ekstrak rumput laut bernama karagenan.
Baterai yang dibuat ini termasuk kategori baterai sekunder yang bersifat rechargeable. Prototipe ini dibuat pada temperatur lingkungan dan telah dilakukan uji terhadap komponen elektrolit.
Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, performa baterai organik dengan gabungan elektroda organik dan biopolimer elektrolit menghasilkan perfoma yang komparabel dengan baterai Li-ion.
Tentunya baterai ini memiliki keunggulan dari sisi lingkungan. Dimulai dari proses pembuatan baterai hingga pengolahan limbahnya, baterai anorganik memberi dampak yang membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan.
Keunggulan inilah yang dapat memberi nilai lebih pada prototipe baterai organik buatan Yumna dan Richie.





Komentar tentang post