Figur Manusia
Lukisan yang ditemukan menggambarkan babi liar dan figur manusia—sebuah adegan naratif yang menunjukkan bahwa manusia purba sudah memiliki pemikiran simbolik dan kemampuan artistik jauh lebih awal dari yang diduga sebelumnya.
Penanggalan dilakukan dengan sangat hati-hati. Setelah ditemukan pada 2017 oleh tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, sampel diambil pada 2019 dan dianalisis di laboratorium Griffith University, Australia sebagai bagian dari kerja sama dengan lembaga riset PAPEX (Palaeoanthropology and Palaeolithic Excavation).
Hasilnya diumumkan pada 2023: usia minimum lukisan mencapai 51.200 tahun.
Kerja kolaboratif antar lembaga, dari BRIN hingga mitra internasional seperti PAPEX dan Google, menjadi kunci sukses riset ini.
“Situs-situs ini tidak mudah dijangkau. Tapi dengan digitalisasi, kita bisa membuka akses kepada masyarakat luas untuk mengenalkan sejarah dan penemuan arkeologi,” ujarnya.




