Bibit Siklon Tropis 97P terpantau di sekitar Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang di Laut Banda, Maluku bagian tenggara hingga Papua bagian selatan.
Sementara Sirkulasi Siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten. Daerah pertemuan/perlambatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara, di Sulawesi bagian tengah.
Kemudian, dari Sulawesi Tenggara hingga Laut Banda bagian barat, dari Jawa Tengah bagian selatan hingga Jawa Timur, di Nusa Tenggara, dari Maluku Utara hingga Maluku dan di Papua bagian tengah.
Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Maluku bagian tenggara, di Laut Banda dan di Papua bagian selatan.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi (konfluensi) tersebut.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang Selasa 29 Maret:
Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.





Komentar tentang post