Selasa, Mei 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tiga Senyawa Kimia Penyumbang Gas Rumah Kaca Terbanyak

redaksi
17 November 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Tiga Senyawa Kimia Penyumbang Gas Rumah Kaca Terbanyak

Gas rumah kaca utama, karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan Nitrous Oxide (N2O). GAMBAR: WMO

Darilaut – Tiga senyawa kimia, karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan Nitrous Oxide (N2O) penyumbang gas rumah kaca terbanyak.

Dalam siaran pers Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization – WMO) Rabu (15/11) karbon dioksida merupakan gas rumah kaca terpenting di atmosfer, menyumbang sekitar 64%. Kemudian, metana menyumbang sekitar 16% dan Nitrous Oxide (N2O) sekitar 7%.

Indeks Gas Rumah Kaca Tahunan menunjukkan bahwa dari tahun 1990 hingga 2022, dampak pemanasan terhadap iklim kita – called radiative forcing – oleh gas rumah kaca yang berumur panjang – meningkat sebesar 49%. Dari jumlah tersebut, karbon dioksida menyumbang sekitar 78%.

Karbon dioksida yang berdampak pemanasan terhadap iklim, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil dan produksi semen.

Peningkatan rata-rata tahunan sebesar 2,2 bagian per juta (ppm) dari tahun 2021 hingga 2022 sedikit lebih kecil dibandingkan tahun 2020 hingga 2021 dan selama dekade terakhir (2,46 ppm tahun).

Alasan yang paling mungkin adalah peningkatan penyerapan CO2 di atmosfer oleh ekosistem darat dan laut setelah beberapa tahun terjadinya peristiwa La Nina.

Oleh karena itu, perkembangan peristiwa El Nino pada tahun 2023 dapat berdampak pada konsentrasi gas rumah kaca.

Sementara metana adalah gas rumah kaca yang kuat dan bertahan di atmosfer selama sekitar satu dekade.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaKarbon DioksidaMetanaNitrous OxidePerubahan IklimWorld Meteorological Organization
Bagikan12Tweet2KirimKirim
Previous Post

Integrasi Ilmu dan Kebijakan Dalam Menanggapi Perubahan Iklim Global

Next Post

Suhu Panas Menyerang Indonesia

Postingan Terkait

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

19 Mei 2026
Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

19 Mei 2026

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Banjir Melanda 10 Kelurahan di Kota Gorontalo

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Penggunaan Pasir Berlebihan Mengancam Ekosistem dan Mata Pencaharian

Next Post
Suhu Panas Menyerang Indonesia

Suhu Panas Menyerang Indonesia

TERBARU

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Banjir Melanda 10 Kelurahan di Kota Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Legenda Cumi-cumi Raksasa Dari Masa Aristoteles, Romawi Hingga Kini

TNI Angkatan Laut Beri Penghargaan Kepada Pelajar Asal Pulau Harapan

KNKT Fokus Mencari Kotak Hitam

Malapetaka Plastik: Risiko Bagi Kesehatan dan Membuat Iklim Tidak Stabil

Badai Djoungou di Samudra Hindia Akan Meningkat Menjadi Topan

Korban Meninggal Tanah Longsor di Kabupaten Luwu Bertambah Satu Orang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.