“Poinnya masyarakat harus sadar potensi bencana yang ada, memahami dan mampu melakukan upaya pencegahan, dan masyarakat menjadi tangguh serta mampu dalam menyelamatkan diri dari bencana,” kata Doni.
Ekspedisi Destana Tsunami terbagi dalam empat Segmen: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Masing-masing segmen diikuti 200 orang.
“42 ribu masyarakat yang kami datangi, lebih dari 3.700 orang perangkat desa yang kami berikan pemahaman bencana,” kata Deputi Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan.
Dari target 518 desa, hanya tercapai 512 desa yang berhasil disosialisasikan tentang kesiapsiagaan dan potensi tsunami.
“Kendala di lapangan banyak kami alami, termasuk penolakan dari kepala daerah tersebut,” kata Lilik.
Sebanyak 600 ribu lebih masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana tsunami. Fakta tim Destana di lapangan menemukan tingkat kesiapsiagaan cukup baik, bagi daerah yang sudah pernah mengalami tsunami.
Namun yang belum mengalami tsunami masih banyak yang belum paham dan tidak tahu harus evakuasi kemana. Selain itu, infrastruktur yang masih belum memadai untuk evakuasi.
“Dari timur jawa ke barat, masih banyak daerah wisata, yang hampir sebagian besar tidak punya rambu peringatan tsunami. Hal ini sangat riskan bagi keselamatan pengunjung,” kata Lilik.





Komentar tentang post