Korban termasuk dalam data yang ada dalam manifest KMP Yunicee.
Sebelumnya, pada Kamis 1 Juli, dilakukan rapat verifikasi dan validasi data bersama Basarnas, operator kapal, ASDP, Polairud, Polres Jembrana, TNI AL dan BPTD.
Dalam pembahasan itu didapatkan jumlah POB yang berada di KMP Yunicee sebanyak 76 orang.
Hasil perhitungan, menurut Darmada, didasarkan pada data manifest yang tercatat, data korban yang dievakuasi KMP Samudra Utama, KMP Swakarya dan Tugboat yang menolong di hari pertama kapal tenggelam, juga penemuan dari kapal nelayan. Total korban meninggal dunia 7 orang dan selamat 51 orang.
Kapal penumpang KMP Yunice terseret arus dan mengalami kemiringan hingga terbalik, Selasa (29/6). Kapal dengan rute Ketapang Gilimanuk ini kemudian tenggelam di Perairan Gilimanuk.
Pada Sabtu (3/7) pagi tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi SAR pencarian korban tenggelamnya KMP Yunicee. KRI Rigel 933 kembali dikerahkan menuju posisi diduga keberadaan KMP Yunicee di bawah laut.
Selain itu, pembagian search area kepada masing-masing unsur SAR telah dilakukan sesuai dengan perhitungan arah arus.
Alut laut yang dikerahkan antara lain KRI Rigel 933, KRI Soputan 923, KRI Singa 651, KN SAR Permadi, KMP ASDP Indonesia Perri, RIB SAR 01 Gilimanuk, RIB SAR 04 Buleleng, RIB SAR 01 Banyuwangi, KNP 5209 KSOP Tanjung Wangi, Speed Boad Ditpolairud Polda Bali, Speed Boat Polair Polres Jembrana, Speed Boat KPLP Gilimanuk, Rubber Boat Polair Polres Jembrana, Rubber Boat Pos TNI AL Gilimanuk, Rubber Boat KSOP Tanjung Wangi, dan disiagakan 10 unit ambulance.





Komentar tentang post