Rabu, Juni 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Titik Balik Matahari Musim Panas 20 Juni 2024 Terjadi Setelah 228 Tahun

redaksi
22 Juni 2024
Kategori : Berita, Iklim
0
Gelombang Panas Menimpa Thailand

Ilustrasi sinar matahari langsung. FOTO: DARILAUT.ID

Permukaan dan atmosfer bumi efisien dalam menyerap energi matahari namun melepaskan panas secara bertahap.

Karena faktor-faktor tersebut, suhu akan terus meningkat hingga akhir Juli atau Agustus, ketika keseimbangan energi mengarah pada lebih banyak energi yang hilang dibandingkan energi yang diperoleh.

Gelombang Panas

Jutaan orang di berbagai negara di Belahan Bumi Utara, termasuk Amerika Serikat dan India, terkena gelombang panas bahkan sebelum titik balik matahari musim panas.

Dari India hingga Yunani dan Amerika Serikat, gelombang panas telah melanda beberapa negara di belahan bumi utara.

Gelombang panas ditandai dengan suhu yang sangat tinggi setidaknya selama dua hari atau lebih dibandingkan dengan rata-rata suhu rata-rata di suatu lokasi selama periode atau bulan tersebut.

Gelombang panas di AS bagian timur laut, misalnya, terjadi ketika suhu mencapai atau melebihi 32,2 derajat Celcius (90 derajat Fahrenheit) selama tiga hari berturut-turut.

Di India, gelombang panas dinyatakan ketika suhu maksimum mencapai setidaknya 40C (104F) di dataran, atau 30C (86F) di daerah perbukitan, menurut departemen meteorologi India.

Di AS, kubah panas – kumpulan udara panas bertekanan tinggi yang terperangkap – memperburuk gelombang panas.

Kelembapan juga bisa membuat area tertentu terasa lebih panas.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Belahan Bumi SelatanBelahan Bumi UtaraGelombang PanasMusim PanasSummer Solstice
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kampanye Show Your Stripes Day Untuk Meningkatkan Kesadaran Global tentang Perubahan Iklim

Next Post

Pemungutan Suara Ulang, Ratusan Pemilih Mendatangi TPS 02 Desa Tuladenggi Kabupaten Gorontalo

Postingan Terkait

Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

Peristiwa El Niño dan Dampaknya Bervariasi

17 Juni 2026
Laut Bukan Tempat Buangan Limbah Tambang

Australia Bersiap Menghadapi El Niño

17 Juni 2026

Indikator ENSO Cenderung Fase Hangat

Kabupaten Sigi Paling Terdampak Gempa di Sulawesi Tengah, 1 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Terluka

BNPB dan BPBD Masih Mendata Dampak dan Kerusakan Akibat Gempa Kuat M6,7 di Sulawesi Tengah

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

Gempa Sarangani di Mindanao Mengakibatkan Pengangkatan Dasar Laut Hingga Dua Meter

Gempa Dangkal yang Melanda Sulawesi Tengah Akibat Aktivitas Sesar Sausu

Next Post
Pemungutan Suara Ulang, Ratusan Pemilih Mendatangi TPS 02 Desa Tuladenggi Kabupaten Gorontalo

Pemungutan Suara Ulang, Ratusan Pemilih Mendatangi TPS 02 Desa Tuladenggi Kabupaten Gorontalo

TERBARU

Peristiwa El Niño dan Dampaknya Bervariasi

Australia Bersiap Menghadapi El Niño

Indikator ENSO Cenderung Fase Hangat

Kabupaten Sigi Paling Terdampak Gempa di Sulawesi Tengah, 1 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Terluka

BNPB dan BPBD Masih Mendata Dampak dan Kerusakan Akibat Gempa Kuat M6,7 di Sulawesi Tengah

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

AmsiNews

REKOMENDASI

Angin Kencang di Aceh Selatan, 6 Nelayan Hilang, 1 Warga Meninggal Tertimpa Pohon

11 Negara Ikut Pelatihan Indeks Kesehatan Terumbu Karang

Ini Hasil Riset Praktik Cek Fakta di Indonesia

Intensitas Krathon Meningkat Menjadi Topan di Laut Filipina

TREKFish, Penelusur dan Perekam Jejak Penangkapan Ikan

Bergerak 4.000 km Dari Pasifik Selatan Siklon Tropis Narelle Kini di Dekat Australia Barat Samudra Hindia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.