Permukaan dan atmosfer bumi efisien dalam menyerap energi matahari namun melepaskan panas secara bertahap.
Karena faktor-faktor tersebut, suhu akan terus meningkat hingga akhir Juli atau Agustus, ketika keseimbangan energi mengarah pada lebih banyak energi yang hilang dibandingkan energi yang diperoleh.
Gelombang Panas
Jutaan orang di berbagai negara di Belahan Bumi Utara, termasuk Amerika Serikat dan India, terkena gelombang panas bahkan sebelum titik balik matahari musim panas.
Dari India hingga Yunani dan Amerika Serikat, gelombang panas telah melanda beberapa negara di belahan bumi utara.
Gelombang panas ditandai dengan suhu yang sangat tinggi setidaknya selama dua hari atau lebih dibandingkan dengan rata-rata suhu rata-rata di suatu lokasi selama periode atau bulan tersebut.
Gelombang panas di AS bagian timur laut, misalnya, terjadi ketika suhu mencapai atau melebihi 32,2 derajat Celcius (90 derajat Fahrenheit) selama tiga hari berturut-turut.
Di India, gelombang panas dinyatakan ketika suhu maksimum mencapai setidaknya 40C (104F) di dataran, atau 30C (86F) di daerah perbukitan, menurut departemen meteorologi India.
Di AS, kubah panas – kumpulan udara panas bertekanan tinggi yang terperangkap – memperburuk gelombang panas.
Kelembapan juga bisa membuat area tertentu terasa lebih panas.




