Selanjutnya, Topan Saola akan mengarah ke barat laut di Selat Luzon dan Selatan Taiwan.
Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan setelah siklus penggantian dinding mata yang sedang berlangsung, Saola diperkirakan akan mencapai intensitas puncak 215 km per jam (115 knot) dalam 24 jam.
Setelah itu, peningkatan pergeseran angin dan interaksi daratan secara bertahap akan melemahkan sistem hingga kecepatan 75 km per jam (40 knot) dalam 5 hari ke depan, saat badai tersebut mendarat di sekitar Hong Kong.
Saola dengan nama lokal Filipina “Goring” menurut PAGASA akan mendarat di sekitar Tiongkok tenggara (dekat wilayah Hong Kong/Delta Sungai Mutiara) pada hari Minggu (3/9). Saat mendarat, kekuatan topan akan melemah hingga ke tingkat minimal.
Saola akan bergerak ke arah barat laut menuju Selat Luzon di bawah punggung bukit subtropis, lalu ke barat-barat laut menuju Hong Kong setelah 2 hari seiring terbentuknya punggung bukit subtropis.
Sesuai jalur saat ini, perkiraan Observatorium Hong Kong, Saola akan memasuki jarak 800 kilometer dari Hong Kong pada Rabu (30/8) malam.
Namun, Observatorium memberikan catatan bahwa ada ketidakpastian pergerakan Saola selanjutnya relatif tinggi.
Bergantung pada besarnya sirkulasi Saola dan jaraknya dari Muara Sungai Mutiara, kata Observatorium.





Komentar tentang post