Air mulai memasuki rumah warga pada Sabtu tengah malam. Minggu pukul 02.00 Wita dini hari aliran sungai mulai tertimbun material menyebabkan rumah-rumah dan bangunan masjid di lokasi tersebut kebanjiran.
Banjir dan limpasan telah surut, namun masih meninggalkan berbagai material dan sampah.
Informasi yang disampaikan warga, sebuah jembatan kecil dan rumah di perbukitan lotu mengalami kerusakan saat hujan deras semalam.
Hingga Minggu pukul 08.00 Wita belum ada aktivitas untuk memulihkan kembali jalan Trans Sulawesi yang tertimbun material lumpur dan sampah. Begitu pula di sungai dan dekat jembatan belum dilakukan pengangkatan material.
Sementara itu, tim Universitas Gorontalo bergerak cepat menyalurkan bantuan Sembilan bahan pokok (sembako) kepada korban banjir di Kelurahan Talumolo.
”Sebanyak 140 paket telah disalurkan di Talumolo,” kata koordinator tim yang juga Direktur Pascasarjana Universitas Gorontalo Yuli Abdulah.
Selain di Talumolo, Universitas Gorontalo menyalurkan bantuan di sejumlah titik yang mengalami banjir di Provinsi Gorontalo.
Hingga Minggu pagi, Sungai Bone meluap dan mulai menggenangi halaman dan rumah warga di kompleks Puncur Kelurahan Bugis, Kelurahan Ipilo dan Botupingge.
Banjir juga menggenangi wilayah di Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.




