Kegiatan diikuti 13 negara yang berada di Samudera Hindia, masing-masing Indonesia, Malaysia, India, Oman, Maldives, Timor Leste. Kemudian Iran, Pakistan, Mauritius, Australia, Srilangka, Tanzania, dan Thailand.
Workshop dengan tujuan untuk mengevaluasi kegiatan India Ocean Wave 18 Exercise, yang dilaksanakan di negara-negara Indian Ocean pada September 2018 lalu.
Dwikorita mengatakan, Ocean Wave 18 Exercise sangat penting untuk menguji bagaimana skema peringatan dini tsunami bisa berjalan dengan baik dari hulu hingga hilir. Latihan tidak hanya menguji bagaimana peringatan dini disampaikan dari Pusat Peringatan dini kepada stake holder terkait, tetapi bagaimana melatih kesiapsiagaan masyarakat untuk menguji rencana evakuasi tsunami.
Tidak kalah pentingnya untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat. IOWave exercise menjadi salah satu wadah untuk melatih masyarakat melakukan evakuasi secara mandiri jika merasakan gempa potensi tsunami.
Temuan hasil latihan IOWave, dievaluasi bersama dalam workshop, sekaligus sharing pembelajaran penyelenggaraan latihan IOWave masing-masing negara peserta.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, IOWave Exercise merupakan latihan peringatan dini tsunami untuk negara-negara di Samudera Hindia yang diselenggarakan secara rutin setiap 2 tahunan.





Komentar tentang post