“Dunia harus bertindak sekarang secara tegas, kolektif, dan mendesak demi melindungi masa depan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Perdana Menteri juga menempatkan samudra sebagai pusat pembangunan dan keamanan Tuvalu. Meskipun hanya memiliki wilayah daratan seluas 26 kilometer persegi, negara ini merupakan penjaga bagi wilayah samudra seluas sekitar 750.000 kilometer persegi.
“Tata kelola samudra bukan sekadar kebijakan lingkungan,” kata Teo. “Ini juga merupakan masalah keamanan ekonomi, ketahanan pangan, dan keamanan iklim.”
Mengingat dunia belum berada di jalur yang tepat dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Teo mendesak percepatan tindakan terkait SDG 14 (Ekosistem Laut) serta peningkatan dukungan internasional bagi inisiatif pendanaan iklim dan ketahanan yang dipimpin oleh negara-negara Pasifik.
Teo menegaskan bahwa negara terkecil sekalipun dapat memelopori upaya adaptasi, pengelolaan samudra, dan hukum internasional, dan mengingatkan bahwa “kepemimpinan nasional tidak dapat menggantikan tanggung jawab global.”



