Keikutsertaan UNG menjadi pengakuan terhadap kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda nasional penguatan kapasitas penanggulangan bencana.
Di tengah meningkatnya tantangan bencana di Indonesia, keterlibatan akademisi dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menghasilkan kebijakan maupun praktik penanggulangan bencana yang berbasis ilmu pengetahuan.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan komprehensif mengenai manajemen pemulihan pascabencana, konsep dan metodologi pengkajian kebutuhan pascabencana, teknik pengumpulan dan analisis data lintas sektor, pembelajaran orang dewasa (adult learning), teknik fasilitasi, hingga praktik microteaching.
Seluruh materi dirancang untuk menghasilkan fasilitator yang mampu mendampingi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun dokumen pengkajian kebutuhan pascabencana secara sistematis, akurat, dan sesuai standar nasional.
Melalui sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga penanggulangan bencana, diharapkan lahir lebih banyak inovasi, kolaborasi, dan sumber daya manusia yang mampu mendukung terwujudnya sistem penanggulangan bencana nasional yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini berlangsung 6–10 Juli 2026 di Training Center Ina-DRTG BNPB, Bogor, Jawa Barat, menjadi bagian dari strategi nasional untuk menyiapkan fasilitator yang kompeten dalam mendukung proses pengkajian kebutuhan pascabencana sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi di Indonesia.




