Mutasi yang memicu munculnya tipe A2a ini terlihat pada penanda viral spike protein. Protein ini bertanggung jawab atas virus yang berikatan dengan reseptor sel dan memasuki sel tubuh manusia.
Mutasi yang terlihat pada A2a telah menyebabkan perubahan asam amino pada lokasi viral spike protein tertentu.
“Mutasi yang terlihat pada A2a meningkatkan efisiensi masuknya virus ke dalam sel manusia. Tidak satu pun dari sembilan jenis lainnya yang memiliki mutasi pada protein lonjakan,” ujar Majumder. “Meningkatnya infeksi mungkin menjadi alasan mengapa tipe A2a menjadi dominan di banyak negara.”
Saat ini, para peneliti sedang menganalisis 3.669 seluruh urutan genom virus corona yang diisolasi dari pasien Covid-19 di 55 negara.
Urutan telah disimpan dalam database publik GISAID. Dari jumlah 3.669 sekuens yang diteliti, tipe A2a paling dominan, yakni 1.848 sekuens.
Bahkan dalam kasus di India, 16 dari 35 sekuens genom termasuk tipe A2a. “Dari 16 urutan tipe A2a, 10 berasal dari orang-orang yang tidak memiliki riwayat perjalanan. Kami pikir tipe A2a akan dominan di India,” kata Majumder.
Mengapa Temuan Baru Ini Ancam Pengembangan Vaksin?
Temuan mutasi ini akan mengancam pengembangan vaksin virus corona di dunia. Sampai sekarang, kesediaan vaksin juga belum diketahui.





Komentar tentang post