Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Wabah Sargassum yang Melepas Fosfor Telah Mencemari Lingkungan

redaksi
25 Januari 2024
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Wabah Sargassum yang Melepas Fosfor Telah Mencemari Lingkungan

Ganggang laut, Sargassum. FOTO: MUSEUM FLORIDA (floridamuseum.ufl.edu)

Fosfor berasal dari batuan fosfat. Batuan ini sumber utama fosfor yang mudah diperoleh untuk pembuatan pupuk sintetis dan telah diproduksi dalam jumlah besar sejak Perang Dunia II.

Penelitian saat ini menunjukkan bahwa lima negara memiliki 85 persen cadangan batuan fosfat.

Jumlah fosfor di dunia terbatas dan ada kebutuhan untuk mengurangi jumlah mineral yang kita ekstrak. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat penambangan dan pengolahan fosfor menjadi lebih efisien.

Yang juga penting adalah: mengoptimalkan penggunaan fosfor dalam pertanian dan memulihkan fosfor dari limbah.

Mengapa fosfor mencemari lingkungan? Pertanian merupakan sumber utama pencemaran fosfor, baik dari produksi tanaman maupun peternakan. Fosfor juga hilang melalui limbah, makanan yang dibuang, dan aliran limbah lainnya.

Kelebihan fosfor, seperti unsur hara penting lainnya, nitrogen, menghabiskan kekayaan tanah. Hal ini juga mencemari danau, sungai dan laut dalam proses yang dikenal sebagai eutrofikasi.

Hal ini menyebabkan pertumbuhan alga yang mencemari persediaan air minum dan menciptakan zona mati yang kekurangan oksigen, yang dapat membunuh ikan dan spesies air lainnya.

Polusi fosfor merupakan penyebab utama hilangnya keanekaragaman hayati dan berkontribusi terhadap degradasi ekosistem di mana umat manusia bergantung. Eutrofikasi diperkirakan merugikan perekonomian AS saja sebesar US$2,2 miliar setiap tahunnya.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: FloridaFosforGanggang BeracunGanggang LautLeticia CarvalhoSargassumUNEA-6UNEP
Bagikan37Tweet1KirimKirim
Previous Post

Siklon Anggrek Menguat Menjadi Badai Kategori Tiga di Samudra Hindia

Next Post

Pemilu 2024, Lebih Dari 99 Persen Surat Suara Selesai Sortir dan Pelipatan

Postingan Terkait

BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026
Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Next Post
Pemilu 2024, Lebih Dari 99 Persen Surat Suara Selesai Sortir dan Pelipatan

Pemilu 2024, Lebih Dari 99 Persen Surat Suara Selesai Sortir dan Pelipatan

TERBARU

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Debat Publik ke-3 Calon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara Berjalan Lancar

90S Berkembang di Laut Timor, 94W Dekat Papua

Problem Tumpahan Minyak Banyak Terjadi di Indonesia

Tsunami Selat Sunda, 57 Orang Hilang, 281 Meninggal Dunia

Krisis Lingkungan dan Kesehatan Manusia dalam Film The Story of Plastic

Bom dan Bius Tetap Jadi Ancaman Terumbu Karang Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.